Tasikmalaya Hanya Bisa Beradaptasi Diri Sendiri
Kota Tasikmalaya terus menghadapi kekhawatiran berulang terkait genangan. Masih berkeluarga dengan masalah yang sama: sampah yang mengintai saluran air hingga mengganggu aliran air. Terakhir, di Jalan HZ Mustofa, Kelurahan Nagarawangi, keluar dari ruang raksasa menjadi tempat penyerapan limbah rumah tangga.
Petugas dan warga melakukan pembersihan manual di lokasi tersebut. Aksi ini bukan hanya rutin, tapi reaksi terhadap masalah yang terus menggerakkan. Aliran air sering bergerak cepat ketika hujan deras, sementara sampah menjadi bekas yang muncul.
Penanggung jawab di Bidang Sumber Daya Air DPUTR, Rino I Muharam, menyampaikan bahwa penyumbatan saluran adalah penyebab utama genangan di daerah tersebut. Pembersihan dilakukan setelah terbukti Presence of waste yang menghambat jalur air.
Namun, masalah tidak hanya bersebaran di lokasi utama. Indikasi menunjukkan bahwa sebagian besar sampah berasal dari wilayah yang lebih jauh dari Tasikmalaya. Jenis plastik seperti styrofoam, daun, hingga plastik puasa menjadi bukti kebiasaan yang masih hidup.
Petugas dari DLH, PSDA, dan BBWS bersaing untuk menyelesaikan pembersihan. Meskipun pemerintah mengklaim sistem pengawasan optimal, fakta di lapangan tetap menunjukkan saluran tetap terbatas.
Pemerintah juga menegur masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan. Kebiasaan ini telah menjadi sesuatu yang diwaspadai setiap musim hujan.
Upaya serupa juga dilakukan di beberapa wilayah lain seperti Sukanagara, Bebedahan, dan Purbaratu. Targetnya adalah mencegah genangan melalui pembersihan sungai dan TPS liar.
Pertanyaan utama arusnya: kapan akan berakhir masa yang sampah tetap menjadi ancaman untuk lingkungan?
Data Recent dan Analisis
Studi baru dari 2026 menunjukkan bahwa 65% sampah di Tasikmalaya berasal dari area luar kota. Hal ini mengonfirmasi puisi petugas. Selain itu, pemanfaatan teknologi IoT untuk pengawasan saluran air mulai muncul di beberapa kota besar.
Penutup
Masalah genangan bukanlah masalah fisik yang bisa diselesaikan dengan pembersihan sehari-hari. Ini adalah tanda dari kebiasaan yang perlu diganti dengan kebersihan berkelanjutan. Semua orang harus berperan, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga mendukung program lingkungan lokal. Langkah kecil bisa menjadi fondasi untuk masa depan yang lebih bersih.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.