Tasikmalaya, Radartasik.ID – Kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tasikmalaya di luar daerah menjadi topik yang dibahas aktif. Pelaksanaan ini mengacu pada tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi Satpol PP Sesuai Permendagri Nomor 16 Tahun 2023” dan diadakan di wilayah Garut pada 7–8 April 2026.
Tidak mungkari bahwa sorotan muncul dari Koordinator Pergerakan Solidaritas Umat (PSU) Tasikmalaya, Septian Hadinata. ia menilai keputusan menggelar kegiatan di luar Tasikmalaya memerlukan penjelasan tambahan, terutama dalam konteks pemerintah daerah yang sedang menekan biaya tidak prioritas.
Septian mengkritik bahwa peningkatan kapasitas SDM tidak perlu dilakukan di luar kota. ia berpendapat, pemerintah daerah sebaiknya memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di daerah mereka untuk mengoptimalkan anggaran. “Tidak perlu memulakan aktivitas di luar daerah,” katanya, “terutama saat pemerintah sedang diarahkan untuk meminimalkan pengeluaran.”
Informasi tentang lokasi konkreten belum teruji. Namun, Septian meragukannya keputusan memungkinkan kehadiran pelaksanaan di Garut. ia berpendapat, jika Tasikmalaya memiliki fasilitas yang layak, kegiatan tersebut seharusnya dilakukan di sana. “Pemilihan lokasi di luar daerah bisa dianggap sebagai pengelolaan anggaran yang kurang efisien,” ujarnya.
Septian juga menekankan bahwa kebijakan efisiensi anggaran bukan sekadar upaya menghemat biaya. ini adalah arah nasional yang diminta diterapkan oleh pemerintah pusat. Semua daerah, termasuk Tasikmalaya, diwajibkan mengelola anggaran dengan hati-hati, terutama untuk kegiatan yang dianggap tidak prioritas.
Kritik Septian mencerminkan perhatian terhadap keuangan daerah dalam momen kritis. ia menyatakan bahwa peningkatan SDM harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar mendukung pencapaian tujuan pemerintahan, bukan menjadi upaya simbolis.
Kegiatan ini menjadi ujian bagi pemerintah Tasikmalaya untuk menunjukkan komitmen dalam menjalankan kebijakan efisiensi. jika dilakukan dengan cara yang tepat, ini bisa menjadi contoh bagaimana anggaran dapat digunakan secara maksimal. Sebaliknya, jika dianggap berlebihan, ini bisa memicu kesan terhadap pengelolaan keuangan yang tidak transparan.
Kesadaran akan penting bagi Wilayah Tasikmalaya. Pemerintah harus menyelidiki juga sorotan yang muncul, terutama terkait pengelolaan anggaran. Langkah-langkah ini bisa menjadi pengalaman belajar untuk memastikan bahwa semua kegiatan di bawah pungutan anggaran yang terbatas.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.