KotaTasikmalaya kembali uji kehadiran pembangunan terbaru dalam tengah gerakan penunjang dan narasi kemajuan. Namun, hanya sekitar 25 rumah masih tidak cocok untuk diburu, mencerminkan realitas yang sering tersembunyi: masih ada warga yang berkeluar-menginap di kondisi hampir rusak.
Anggota DPRD Tasikmalaya dari Fraksi PDI-Perjuangan, Kepler Sianturi, melakukan pengamatan langsung pada kondisi ini dalam seminggu terakhir. Ia menemukan fakta yang jauh dari klaim layak: atap bocor, dinding berpotensi lebar, hingga struktur bangunan yang mengancam keamanan penghuninya.
“Kami sedang mengejar sekitar 25 rumah untuk mendapatkan bantuan rutilahu tahun depan. Semoga dana daerah tersedia,” ujarnya kepada Radar, Kamis (8/4/2026). Sorotan penuhnya mengarah ke daerah Lengkong dan Cilembang, di mana kondisi hunian warga dikemukakan sangat membutakan.
Beberapa rumah masih memiliki lantai tanah, dinding berpotensi lebar, serta ventilasi terbatas—standar dasar yang seharusnya sudah tidak menjadi kekurangan. “Kondisi di Lengkong sangat kritis, serta Cilembang juga,” tambahkannya.
Temuan ini menjadi alarm yang keras bahwa masalah rutilahu di Tasikmalaya belum selesai. Di balik klaim pembangunan, keterbatasan dana dan ketepatan data terus menjadi tantangan. Kepler menekankan, akar masalah bukan hanya pada dana, tetapi juga pada keterbatasan data dan keberanian dalam menentukan prioritas.
Pendanaan berbasis kondisi riil di lapangan menjadi kunci agar bantuan tidak meleset. “Makanya kami turun langsung. Supaya yang kami usulkan benar-benar mendesak,” kata Kepler. Ia juga mendorong sinergi yang lebih konkret antara lembaga legislatif dan eksekutif.
Program rutilahu tidak boleh berhenti sebagai rutinitas administrasi tahunan, melainkan harus menjadi agenda prioritas yang memenuhi kebutuhan warga mendasar: tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Penelitian terkini menunjukkan bahwa 60% dari rutilahu di Indonesia masih tidak terprioritaskan karena data tidak akurat, sehingga intervensi sering tidak berdampak sebesar harapan.
Dampak positif program ini bisa tercapai jika pemerintah daerah fokus pada pendanaan terdesain dan kolaborasi lintas instansi. Setiap rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang yang mendukung kesejahteraan warga. Semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan rutilahu menjadi solusi yang nyata, bukan sekadar pernyataan tahunan.
Untuk melengkapi solusi, warga juga diharapkan berpartisipasi aktif dalam mengidentifikasi kondisi rumah mereka. Keterlibatan masyarakat langsung dapat jadi kunci untuk mempercepat proses bantuan. Perubahan wajib dimulainya sekarang, sebelum kondisi rumah yang memangkakan menjadi risiko bagi masyarakat.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.