Parkir Nontunai di HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya Ditemukan Kebocoran dan Retribusi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya sedang menguji sistem pembayaran parkir tanpa uang fisik di Jalan HZ Mustofa, Sebelumnya (7/4/2026). Inisiatif ini bertujuan menandatangani digitalisasi layanan pemerintahan serta mengurangi korupsi dalam transaksi parkir yang sering terjadi. Peluncuran dilakukan secara simbolis oleh Dinas Perhubungan (Dishub) beserta timnya.

Sebagai contoh, masyarakat bisa membayar parkir kendaraan tanpa menggunakan uang tunai, baik mobil maupun kendaraan berapi. Kepala Dishub Kota Tasikmalaya, Iwan Kurniawan, menilai sistem ini sebagai langkah adaptasi terhadap perilaku masyarakat yang semakin sepi dengan transaksi digital. “Pembayaran parkir sekarang bisa dilakukan secara nontunai. Ini untuk mempermudah masyarakat sekaligus menyesuaikan dengan kebiasaan transaksi digital,” ujarnya.

Tidak hanya mengurangi kesulitan praktis, sistem digital ini juga bertujuan mengatasi masalah klasik: potensi kebocoran dalam pengelolaan parkir. Dengan catatan digital setiap transaksi, ruang ambiguitas dalam pengelolaan dianggap akan semakin minim. Di lapangan, Dishub juga mengganti peran petugas parkir, termasuk penyesuaian atributnya sebagai tanda siap beroperasi.

Kawasan HZ Mustofa dipilih karena strategis sebelum sistem ini diperluas ke area lain di kota. Namun, uji coba ini juga menjadi ujian besar: apakah digitalisasi bisa berjalan lancar tanpa mengganggu kebiasaan lama yang belum sepenuhnya diganti.

Sistem ini menjadi bagian dari visi Pemkot dalam mempromosikan layanan berbasis teknologi melalui konsep “Tasik Melayani”.

Ini adalah inovasi yang menjanjikan solusi praktis bagi masyarakat, menunjukkan bahwa teknologi bisa berkonverensi dengan kebutuhan harian. Proses ini membuka ruang untuk pengembangan layanan publik yang lebih efisien dan transparan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan