Pengalaman di Tasikmalaya Berkumpul, Tapi Pengaruhnya Menghilang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya kembali menyelenggarakan pertemuan lintas generasi. Acara ini berlangsung di kediaman Hj. Tien Kartini pada minggu ini. Istilah “silaturahmi” tidak hanya berarti menghargai masa lalu, tetapi juga menjadi jendela untuk memahami isu komunikasi di lingkungan pemerintahan yang masih menjadi tantangan.

Setiap hadir mencari sepih terlengkap, mulai dari mantan Bupati H. Suljana WH hingga mantan Wakil Wali Kota Dede Sudrahat. Mereka semua memenuhi ruang yang disediakan, menunjukkan keinginan untuk berdiskusi. Salah satunya, Budi Budiman, mengakui bahwa ini bukan sekadar kegiatan nostalgia. Ia mengulas bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan pengalaman dan pengalaman ilmu dari berbagai generasi.

“Pengalaman tidak bisa hanya dibaca atau dipelajari,” ujar Budi Budiman. “Tapi harus kita pelajari langsung melalui pengalaman hidup.” Pesan yang ia berikan sangat jelas: Kota Tasikmalaya tidak boleh terpinggirkan karena lupa belajar dari masa lalu. Mantan pejabat tersebut juga memberikan dorongan agar generasi sekarang bisa terus berinovasi untuk memperbaiki kelayakan kota.

Namun, dalam pertemuan yang penuh dialog, satu kursi tetap kosong. Kursi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, tidak ada yang mengisi. Kehadiran yang tidak tiba membuat Diky Candra, Wakil Wali Kota yang mewakili Viman, membuka ruang untuk evaluasi. “Saya ingin maafkan, karena pola komunikasi antara generasi junior dan senior masih jauh dari ideal,” penjelasnya.

Forum ini tidak hanya menjadi tempat untuk menyambah, tetapi juga menjadi cerminan untuk melihat kekhawatiran. Apakah komunikasi di lingkungan pemerintahan masih jauh dari ideal? Apakah generasi baru bisa memahami nilai-nilai yang diingatkan oleh yang telah lalu?

Dengan mengaitkan pengetahuan dari berbagai generasi, Tasikmalaya bisa mengeksploitasi pengalaman yang berharga. Namun, ini memerlukan ketekunan untuk terus belajar dan beradaptasi. Setiap generasi punya peran dalam memprediksi atau menciptakan masa depan. Jadi, penting untuk tetap menghormati pengalaman masa lalu sambil terus berusaha untuk mempersiapkan Kota Tasikmalaya menuju masa depan yang lebih baik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan