Pemkab Tasikmalaya melatih 100 pemuda untuk tenaga kerja global ke Jepang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kabupaten Tasikmalaya terus menyediakan 100 calon tenaga kerja untuk ikut program pelatihan pelanggan ke Jepang tahun depan melalui pelatihan Pra Seleknas IM Japan. Ratusan pemuda asal daerah ini sedang menjalani pembelajaran intensif di Gedung Pengembangan ASN BKPSDM. Selama dua minggu terakhir, peserta melalui pembinaan yang mencakup latihan fisik, penguatan mental, matematika dasar, dan bahasa Jepang sebagai persiapan seleksi nasional.

Ahmad Miftah Arifin, manajer LPK ERAI Indonesia, menjelaskan bahwa 100 peserta saat ini ikut pelatihan Pra Seleknas IM Japan 2026 yang berlangsung hingga 10 Mei. Ia menekankan bahwa program ini bertindak karena kerja sama antara pemerintah Tasikmalaya, dinas tenaga kerja, dan Kementerian Tenaga Kerja. “Dengan dukungan pemerintah kabupaten, kami sudah bisa membina sekitar 100 orang peserta untuk menghadapi seleksi IM Japan 2026,” ujar Ahmad.

Pelatihan ini meliputi aspek fisik, mental, dasar matematika, serta bahasa Jepang. Tujuannya agar peserta siap menghadapi seleksi program pemagangan ke Jepang yang didukung IM Japan dan pemerintah melalui program G2G. “Semua modul dirancang agar peserta memiliki bekal lengkap,” kata Ahmand.

Pemerintah Tasikmalaya memberikan dukungan finansial bagi masyarakat yang ingin ikut program ini. “Program ini tuju memfasilitasi generasi muda untuk bekerja di Jepang,” menambahkan Ahmand.

Haris Pratama Ibrahim, direktur utama LPK ERAI Indonesia, memandang program ini strategis. “Program ini bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta kualitas sumber daya manusia,” ujarnya. Ia berharap program ini tetap berjalan tahunan dengan dukungan dari semua pihak.

Dengan pelatihan komprehensif seperti ini, peserta Tasikmalaya mempersiapkan diri untuk menghadapi seleksi IM Japan 2026. Program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga penguatan mental dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang.

Tren globalisasi tenaga kerja terus meningkat, terutama di pasar kerja Jepang yang meminta profesional dengan pengalaman internasional. Peserta dari Tasikmalaya yang ikut pelatihan ini memiliki peluang untuk memanfaatkan kebutuhan pasar kerja Jepang yang terus berkembang.

Program ini juga mencerminkan kolaborasi antar pemerintah dan lembaga untuk mendukung peluang kerja bagi masyarakat. Dengan dukungan dari dinas tenaga kerja dan Kemenperin, pelatihan ini menjadi solusi praktis untuk mengurangi ketidakpastian pelajar serta meningkatkan kompetensi kerja.

Saat ini, IM Japan telah menjadi salah satu destinasi utama bagi tenaga kerja Indonesia. Program pemagangan mereka memerlukan peserta yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran budaya dan kemampuan beradaptasi. Pelatihan Pra Seleknas ini langsung merespons kebutuhan tersebut.

Dengan program ini, Tasikmalaya menunjukkan inisiatif dalam mengembangkan sumber daya manusia. Pemuda yang ikut pelatihan ini tidak hanya akan dapat bekerja di Jepang, tetapi juga dapat membawa pengalaman yang berharga untuk masyarakat lokal.

Menerima pelatihan komprehensif seperti ini adalah langkah penting untuk generasi muda. Mereka tidak hanya belajar bahasa Jepang atau materi matematika, tetapi juga membangun mentalitas profesional yang siap menghadapi tantangan global.

Pelatihan Pra Seleknas IM Japan 2026 menjadi peluang unik bagi peserta Tasikmalaya. Dengan dukungan pemerintah dan lapangan kerja internasional, mereka dapat meningkatkan kompetensi dan ikut berkontribusi pada ekonomi nasional.

Program ini juga menjadi gambaran bahwa pemerintah lokal bisa memfasilitasi peluang kerja bagi masyarakat. Dengan kerja sama antar lembaga, Tasikmalaya menunjukkan kemampuan untuk merespons kebutuhan tenaga kerja global.

Dengan pelatihan yang rinci, peserta tasikmalayat siap menghadapi seleksi IM Japan. Program ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga penguatan mental dan komunikasi dalam bahasa Jepang.

Program Pemagangan ke Jepang 2026 menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Dengan pelatihan fisik, mental, matematika, dan bahasa, peserta tidak hanya siap untuk kerja di luar negeri, tetapi juga untuk berkembang di pasar kerja lokal.

Program ini juga menjadi peluang bagi peserta untuk mengembangkan diri secara holistik. Mereka belajar bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang kesadaran budaya, adaptabilitas, dan profesionalisme.

Dengan program ini, Tasikmalaya menunjukkan komitmen dalam mengembangkan sumber daya manusia. Pemuda yang ikut pelatihan ini memiliki peluang untuk menjadi tenaga kerja yang kompetitif di pasar internasional.

Pelatihan Pra Seleknas IM Japan 2026 merupakan langkah yang benar untuk generasi muda. Dengan dukungan pemerintah dan lapangan kerja internasional, mereka dapat meningkatkan kompetensi dan ikut berkontribusi pada ekonomi nasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan