VimanMelaporkan IPM di Kota Tasikmalaya Naik 2025, Tapi Kemiskinan Masih Jadi PR Besar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kota Tasikmalaya mempromosikan pencapaian indikator pembangunan tahun 2025. Meskipun angka-angka ini terlihat positif, masih banyak isu yang belum menyelesaikan. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengucapkan hal ini dalam Musrenbang RKPD 2027. Ia menekankan bahwa data IPM mencapai 76,59 poin, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Barat.

Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi juga meningkat dari 5,22 persen menjadi 5,39 persen. Kemiskinan turun menjadi 10,84 persen, sementara kemiskinan ekstrem menurun ke 0,46 persen. Tingkat pengangguran tetap sedikit berkurang menjadi 6,43 persen. Namun, Viman mengingatkan bahwa angka-angka ini belum cukup untuk meringankan kondisi masyarakat.

Ketimpangan ekonomi tetap jadi tantangan, seperti ditunjukkan oleh gini 0,355. Begitu pula dengan kualitas sumber daya manusia, lama sekolah rata-rata 9,64 tahun, dan stunting masih 19,6 persen. Masih ada masalah kesehatan seperti TBC, HIV, dan AIDS yang belum terkontrol penuh.

Dalam forum Musrenbang, Viman menguraikan rencana RKPD 2027 yang fokus pada pertumbuhan ekonomi dan layanan publik. Ia juga menyoroti kebutuhan untuk menggunakan dana dengan bijak, terutama dengan keterbatasan anggaran daerah. Kolaborasi antar-sektor atau pendekatan pentahelix menjadi strategi utama.

Data ini menunjukkan bahwa Keselamatan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Meski angka-angka menunjukkan kemajuan, realitas lapangan tetap menegaskan adanya kebutuhan mendalam. Masyarakat harus terus diupaya agar kondisi mereka lebih sejahtera.

Berdasarkan dana yang disediakan, pemerintah harus lebih presisi dalam pengelolaan anggaran. Setiap rp 1 harus menghasilkan dampak nyata di lapangan. Kolaborasi antar-sektor bisa menjadi solusi untuk mempercepat pengembangan.

Tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi kunci. Program yang lebih inklusif dan berfokus pada kebutuhan masyarakat langsung bisa membantu. Pengelolaan kesejahteraan harus lebih dekat dengan keberhasilan di lapangan.

Kota Tasikmalaya harus tetap fokus pada keseimbangan antara data dan realitas. Angka-angka yang tampak positif harus diacakan dengan tindakan konkret. Masyarakat juga perlu dimanfaatkan dalam proses pembangunan.

Kesuksesan terbuka bukan hanya dari statistik, tetapi juga dari pengalaman langsung di lapangan. Setiap region memiliki tantangan unik, sehingga pendekatan harus fleksibel.

Dengan fokus pada solusi praktis, Tasikmalaya bisa menjadi contoh lain. Prioritas harus diatur agar dana bisa berdampak. Keberhasilan yang berkelanjutan membutuhkan kerja sama yang efektif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan