Resmi Transformasi Jadi UNITAS dengan Kenaikan Status IAIT

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya merasakan pergerakan baru dalam dunia pendidikan tinggi. Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) secara resmi berubah menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) setelah Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2026. Perubahan ini tidak hanya simbolis, tetapi berdampak pada struktur akademik dan tata kelola kampus.

Surat keputusan diberikan oleh Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Diktis, Dr. Asroi, M.Pd, kepada Rektor IAIT yang sekarang menjabat sebagai Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag. Proses ini menjadi bukti bahwa transformasi IAIT telah melalui verifikasi resmi.

Perubahan dari institut ke universitas menandakan lebih dari sekadar pengubahan nama. UNITAS harus mendukung pengembangan kurikulum yang lebih luas, memasukkan ilmu keislaman bersama sains dan teknologi. Tantangan utama adalah memenuhi kebutuhan zaman yang bergerak cepat, meski biasanya lebih cepat daripada pembaruan kurikulum.

Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, menjelaskan bahwa keberhasilan ini berasal dari kerja sama kolektif civitas akademika. Namun, ia juga mengingatkan bahwa status baru bukan akhir, melainkan awal perjalanan yang lebih panjang. “Ini bukan sekadar perubahan nama. Ini pengakuan atas kinerja, sekaligus tantangan besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, riset, dan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Di Balik euforia perubahan, UNITAS menghadapi tantangan strategis. Fokus utama adalah meningkatkan mutu akademik, mulai dari peningkatan akreditasi hingga kualitas program studi. Transformasi digital juga tidak diprioritaskan. Sistem pembelajaran harus beradaptasi dengan generasi yang lebih familiar dengan teknologi.

Kampus tidak cukup hanya dengan “digitalisasi” perangkat, tetapi harus berubah dalam cara berpikir dan mengajar. Daya saing lulusan menjadi indikator krusial, karena dunia kerja meminta kompetensi, bukan hanya ijazah.

Pemindahannya menjadi era baru untuk pendidikan tinggi di Tasikmalaya. Semua pihak, dari akademisi hingga masyarakat, dihadapkan pada kebutuhan untuk terus inovasi, meningkatkan kualitas, dan beradaptasi dengan perubahan yang tak terduga.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan