Scooter Tasikmalaya Club: Halal Bihalal Unik

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Hujan turun di Tasikmalaya dan Ciamis Malam Sabtu 28 Maret 2026. Langit terlalu baja, jalanan basah, dan udara dingin membuat suasana sulit. Namun, di tengah kondisi seperti ini, komunitas Scooter Tasikmalaya Club (STC) mengambil langkah unik. Mereka tidak memilih lokasi rapi, tetapi bertemu di kaki Gunung Syawal. Tempatnya justru sederhana: basecamp milik Mang Iwa, dengan sinyal api kecil yang mulai menyala.

Masyarakat STC memenuhi ruang tersebut tanpa formalitas. Enan Suherlan sebagai ketuanya, Mang Ozon sebagai panglima, dan dewan pembina Rahmat Slamet membimbing permainan. Ada juga anggota lain seperti Mang Devi dan Mang Ade yang dikenal dalam komunitas. Menu utamanya daging entog, dimasak langsung dengan tangan. Aroma kuah racikan entog menjadi penikmat, meski bau tanah basah menggaruk hiduplah.

Obrolan di sini mengalir perlahan. Topiknya bervariasi: lebaran, perjalanan, atau mesin tua yang tetap berguna. Tidak ada berlebihan, hanya kehangatan yang terasa dalam setiap salam. Saat makanan dimakan, suasana berubah. Acara sederhana tapi menjadi pengalaman yang intim. Kuah entog tidak hanya mengenyangkan tubuh, tapi juga mengisi hati dengan kehangatan bersama.

Acara ini mengajarkan bahwa halal bihalal bisa berlangsung di kondisi tidak ideal. Menyederhanakan pengalaman dan fokus pada keberanian rapat bisa menciptakan momen yang unggul. Komunitas STC menunjukkan bahwa kesederhanaan tidak berarti kekurangan, tapi bisa menjadi penerang dalam perjalanan hidup.

Setiap drop hujan dan setiap sinar api kecil di sini mengingatkan bahwa keseragaman dan kebersamaan bisa menjadi sumber kekuatan. Di tengah gangguan cuaca, STC tetap beradaptasi dan tetap bersemangat. Ini adalah contoh bagaimana sederhana dapat menjadi luar biasa saat diteliti dengan semangat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan