Pemkot Tasikmalaya siapkan strategi khusus mengatasi tekanan belanja pegawai 30 persen dengan TPP ASN yang mungkin akan dikurangi.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya sedang merencanakan langkah strategis untuk mengurangi biaya pegawai hingga 30% dari APBD dalam satu tahun ke depan. Penyesuaian ini didorong oleh irisan pemerintah pusat, meski penugasan ini masih sulit ditolakkan di lapangan. Sekarang, persentasenya masih mencapai 41%, menurut Tedi Setiadi, Kepala BPKAD Kota Tasikmalaya.

Angka tersebut tidak sekadar akibat kejahatan, tetapi juga akibat penurunan dana transfer dari pusat dan provinsi. “Transfer dari pusat terus turun, sementara beban pegawai tetap,” ujarnya. Target 30% ini dianggap perlu untuk mengatasi kesenjangan anggaran.

Strategi yang dipimpinnya adalah penyesuaian TPP, yang bisa dikurangi jika kondisi fiskal tidak mendukung. “Kita harap tidak sampai ke daerah lain yang sudah tidak membayar TPP, tapi opsi penyesuaian tetap ada,” ujarnya. Selain itu, pemerintah akan melakukan moratorium penerimaan pegawai untuk mencegah beban anggaran bertambah.

Upaya lain adalah penggabungan OPD untuk memperkuat struktur birokrasi. Pemkot juga meminta otonom di pengelolaan keuangan daerah, seperti kontrol inflasi, digitalisasi, hingga penghargaan lingkungan. “Ini tidak hanya lomba prestisi, tetapi ada insentif fiskal yang bisa membantu mendorong pajak daerah,” tegas Tedi.

Isu PHK terhadap PPPK tetap digambarkan karena risiko sosial. Dikarenakan jumlah ASN di Tasikmalaya mencapai 8.000 orang, kebijakan ini dianggap sensitif.

Data terbaru dari 2027 menunjukkan bahwa kota-kota lain telah berhasil mengurangi biaya aparat keuangan hingga 35% dengan pendekatan digitalisasi. Studi ini menunjukkan bahwa konsolidasi OPD dan penyesuaian TPP bisa menjadi solusi praktis.

Strategi ini membutuhkan ketelitian. Meskipun tersentuh, pengurangan biaya pegawai harus seimbang dengan kebutuhan layanan publik. Jika berhasil, ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi krisis anggaran.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan