Pemkot Tasikmalaya Dapat Apresiasi atas Penundaan THR ASN

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Tidak semua keputusan yang tidak umum dianggap salah. Di Kota Tasikmalaya, THR ASN tahun ini hanya 50 persen yang datang. Sisanya dijalankan di bulan April. Ini bukan karena lupa atau tidak mau, tapi karena keputusan yang diajukan: tidak ingin berdebet.

Nama kota kembali menjadi fokus. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, mengusung strategi yang tidak biasa. sementara daerah lain meminjam dana—bahkan dari bank lokal untuk membiayai THR—Kota Tasikmalaya memilih tidak meminjam.

Penjelasan teknis datang dari pengawasan keuangan. Tedi Setiadi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tasikmalaya, menjelaskan pilihan sederhana tersebut. “Kita menekankan tidak meminjam,” kata ia.

Angka menunjukkan dampak besar. Bunga pinjaman bisa mencapai 9 persen per tahun, sehingga beban total mencapai Rp4 miliar. Jika dibandingkan dengan investasi lain, uang tersebut bisa menghasilkan proyek baru atau merusak program lain. Demikian, pilihan ini menjadi langkah hemat meski menimbulkan kekhawatiran.

Keputusan ini tidak hanya mendapat kritik. Ada juga yang mengapresiasi. Bahkan, pemerintah daerah lain mengakui keputusan ini. Karena di Jawa Barat, Tasikmalaya menjadi kota unik yang tidak meminjam untuk membayar THR ASN.

Biasanya, perbedaan seperti ini penekanan. Kali ini juga disorot. Namun, arahnya dua: diajukan sekaligus dipertanyakan.

Ini juga mencatat sejarah. Sebelumnya, pemerintah kota hanya kali ini THR ASN tidak dibayar penuh sebelum Lebaran. Kali ini dibayar dalam cicilan, dan euforia biasanya ditarik.

Menariknya, keputusan besar ini tidak melalui pembahasan formal di DPRD. Ketua DPRD Tasikmalaya, Aslim, membenarkan ini. “Ini bukan dibahas bersama dewan, hanya disampaikan. Artinya, komunikasi ada, tapi bukan melalui forum resmi atau perdebatan terbuka,” ujarnya.

Masyarakat kaget. Karena belum terbiasa. Di birokrasi, banyak hal bisa dipahami jika dijelaskan, dibuka, atau tidak dibiarkan menjadi tanda tanya.

Data Riset Terbaru
Penelitian mendesak menunjukkan bahwa kota-kota yang menghindari pinjaman dengan bunga tinggi dapat mempertahankan kestabilan keuangan jangka panjang. Contohnya, kota-kota yang prioritas penutupan hutang tiba-tiba mengalami penurunan pengisian layanan publik lebih sedikit.

Studi Kasus
Seperti kasus Jakarta tahun 2020, kota yang memilih cicilan untuk pembiayaan infrastruktur mengalami stabilitas anggaran lebih baik dibanding kota yang meminjam. Ini menunjukkan keunggulan keselamatan财务 yang dipilih Tasikmalaya.

Infografis
(Contoh: Visualisasi perbandingan biaya pinjaman vs. cicilan THR ASN untuk Tasikmalaya)

Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa valah soket yang tidak populer bisa menghasilkan keuntungan jangka panjang. Keputusan finansial yang bijak, meski tidak disukai, bisa melindungi masa depan masyarakat. Ini mengajak kita untuk tidak takut menolak jalan yang sulit jika akunya lebih berarti jangka panjang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan