H+2 Lebaran melaui lonjakan kendaraan di Ciamis Tembus sebesar 15.529, memicu permintaan waspada terhadap kelelahan pemudik.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

JalanNasionalIII di Kecamatan Ciamis mengalami peningkatan jumlah kendaraan setelah Idul Fitri 1447 Hijriah (2026). Data dari Dinas Perhubungan menunjukkan 15.529 unit yang melintas pada Senin, 23 Maret 2026, dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Angka ini mencakup masuk dari dua arah: 7.514 dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta 8.014 dari area barat seperti Jabodetabek.

Jumlah kendaraan tergantung pada jenis kendaraan. Sepeda motor menjadi dominan dengan 7.161 unit (48,6%), diikuti mobil pribadi sebesar 8.367 unit (42,2%). Mayoritas pengguna jalan adalah kendaraan personal, baik sepeda motor maupun mobil.

Uga Yugaswara, Kepala Dinas Perhubungan, mengajak para pemudik untuk berkecilian hati. Ia menyoroti risiko kecelakaan akibat kesenjangan kondisi fisik seperti lelah atau mengantuk, terutama saat berjalan di pagi hari. Pembekal posko arus balik, seperti di depan Puskesmas Ciamis atau Simpang Winduraja, direncanakan untuk membantu pengendara istirahat.

Tragedi terjadi di Dusun Sukamaju, Desa Sindangkasih, ketika mobil SUV merusak pembatas jembatan. Meskipun tidak ada korban, kecelakaan ini menjadi pengingat untuk mempertahankan fokus saat berjalan. Polres Ciamis mengingatkan semua pengguna jalan, terutama pemadam bali, untuk tidak mengkhawatirkan diri dan mengikuti aturan jalan.

Dengan peningkatan arus, penting memperhatikan kondisi jalan. Lemahnya konsentrasi pengendara bisa mengarahkan kendaraan ke arah tidak tepat. Rest area yang tersedia harus dimanfaatkan untuk menjaga condisi fisik tetap optimal.

Lebaran 2026 mungkin sudah berakhir, tapi ancaman dari arus balik masih ada. Setiap saat yang bergerak di jalan, pastikan diri dalam mengendali kendaraan. Istirahat saat lelah bukan tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk menghindari risiko. Jangan sampai kesalahan kecil menjadi tragedi besar.

Dari keberagaman arus, kita dapat belajar untuk lebih bijak mengelola jalan. Semua pengguna harus bersahabat, menjaga keberlanjutan dan ketenagakerjaan di jalan. Seni pengendalian kendaraan tidak hanya untuk keindahan, tapi untuk keberlanjutan keabadian.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan