Idul Fitri Muhammadiyah di Tasikmalaya, Khotib Tekankan Persatuan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Parafrasi Artikel:

Puluhan ribu anggota Muhammadiyah di Tasikmalaya mengadakkan ibadah Salat Idul Fitri di Alun-Alun Dadaha, Jumat pagi (20/3/2026). Pelaksanaan digelar oleh Imam Abdullah Mufti Nurhabib dan khotib H. Ayi Mubarok S.Ag. Ketua PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, H. Ayi Mubarok, menegaskan bahwa variasi penentuan hari raya seharusnya tidak menjadi sumber kekacauan tahunan. Ia menekankan perbedaan sebagai bagian dari kekayaan yang harus dikuasai, bukan dibahas terus.

“Kita berangkat dari hal yang sama, bukan dari yang berbeda,” ujarnya. Perbedaan justru menjadi peluang memperkuat persatuan. Semangat Idul Fitri, menurutnya, tidak boleh terganggu oleh perbedaan teknis yang sudah menjadi nilai berkat.

Dalam khotibnya, Ayi Mubarok mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar pertemuan berakhir puasa, melainkan waktu untuk evaluasi diri setelah menjalani “madrasah Ramadan”. “Hari ini hari kemenangan, tapi apakah kita benar-benar keluar sebagai orang yang lebih baik?” bertanya ia.

Kemenangan sejati terletak pada perubahan sikap dan kualitas ketakwaan, bukan sekadar euforia. Ramadan mepelajari kelemahan nafsu, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama. Tujuannya adalah menjadi manusia bertakwa yang terlihat dalam tindakan sehari-hari.

Pendapat H. Ayi Mubarok ini disertakan dengan hadiran tokoh seperti Mantan Wali Kota Tasikmalaya H Syarief Hidayat, Enan Suherlan, serta masyarakat seperti Yanto Oce. Semangat persatuan ini dimanfaatkan untuk memperkuat ketertarikan umat Islam di Tasikmalaya setelah Ramadan.


Analisis dan Data Tambahan:
Perayaan Idul Fitri di Tasikmalaya menunjukkan kekuatan komunitas Muhammadiyah dalam menjaga harmoni meskipun ada perbedaan. Studi lokal menunjukkan bahwa keberhasilan dalam menggabungkan berbagai kelompok umat Islam meningkatkan stabilitas sosial. Contohnya, pelaksanaan salat bersama di lokasi strategis seperti Alun-Alun Dadaha memungkinkan partisipasi meluas.


Penutup:
Dengan memperingati perbedaan sebagai kekuatan, masyarakat dapat membangun persatuan yang lebih dalam. Semangat Idul Fitri bukan hanya tentang ritual, tapi juga tentang refleksi hidup yang lebih baik. Mari terus menjaga semangat ini untuk kesetaraan yang abadi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan