TPP PNS Kota Tasikmalaya Tak Cair Sekaligus dengan Viman Minta Pegawai Bersabar dan Tetap Semangat

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai mengelola Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS, mulai Senin (16/3/2026). Proses ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Viman Alfarizi Ramadhan, Wakil Kota, menjelaskan pembiayaan ini dilakukan dengan skema cicil hingga semua kewajiban terpenuhi.

Sebagian dari rencana ini mencakup alokasi dana sebesar Rp39 miliar untuk membayar gaji dan TPP ASN termasuk tenaga kesehatan, pendidikan, dan perangkat daerah (OPD). Dana tersebut tidak diberikan sekaligus, melainkan ditunggu hingga tahap tertentu. “Totalnya kurang lebih Rp39 miliar untuk gaji dan TPP. Itu mencakup tenaga kesehatan, pendidikan, dan OPD. Secara berkala dan bertahap akan terpenuhi,” ujarnya.

Kebijakan ini dirancang untuk menyesuaikan keuangan daerah dengan kondisi fiskal yang masih ketat. Kota Tasikmalaya momenalnya memilih strategi anggaran yang rumin rather than meminjam dana. “Kita analisa bersama TAPD, Kota Tasikmalaya masih belum meminjam karena kalau meminjam, idealnya untuk pembangunan,” kata Viman.

Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan ASN. Karena TPP hanya diberikan sebesar 50%, jumlah yang diterima oleh pegawai di level kelurahan atau staf semakin kecil. Ini dianggap seperti bonus yang tidak memenuhi kebutuhan.

Perhitungan TPP 50% ini sudah termasuk dalam anggaran setahun, termasuk gaji ke-13 dan ke-14. Oleh karena itu, pembayaran ini diteliti secara keseluruhan, bukan per bulan.

Di tengah hal ini, Pemkot Tasikmalaya tetap berusaha menjaga keterbatasan beban utang. “Kami belum meminjam, karena kalau meminjam, fokusnya ke pembangunan,” ujarnya.

Kesiran dana serta pengelolaan anggaran yang cermat menjadi poin krusial. Meskipun begitu, kehadiran TPP 50% tetap menjadi solusi alternatif untuk menghemat dana di tengah kondisi ekonomi yang ketat. Langkah ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi situasi serupa.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan