Tasikmalaya, Radartasik.ID — Hari Ulang Tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-52 di Kota Tasikmalaya menjadi kesempatan untuk perawat mencerminkan keberhasilan dan tantangan yang mereka hadapi. Secara mendalam, event ini mengandung pesan penting bagi masyarakat seputar kesejahteraan tenaga kesehatan yang terus menjadi pilar pelayanan kesehatan.
Di Balai Bale, acara ini mengedepankan kebutuhan dua pilar utama: peningkatan kualitas hidup dan kelancaran regulasi yang melindungi perawat. Meski serempangan pelayanan, banyak perawat menyampaikan harapan yang lebih mendalam. Mereka meminta peningkatan literasi digital, empati masyarakat, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Perawat dianggap sebagai pelindung utama kesehatan masyarakat, sehingga kualitas keahlian dan sikap mereka sangat krusial.
Dr. H. Arif Prianro, ketua PPNI Tasikmalaya, menyatakan bahwa kompetensi klinis bukan ciri utama yang diharapkan. Perbedaannya menegaskan bahwa perawat wajib mampu berkomunikasi efektif menggunakan alat digital, serta bersikap ramah dan memahami kondisi pasien. “Kita harap perawat semakin cerdas teknis dan lebih sensitif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Arif.
Sekretaris PPNI Tasikmalaya, Ns. Mardiana M Ramdan, menyoroti peran PPNI dalam menjaga standar pelayanan. Ia menekankan bahwa kesejahteraan perawat harus diperhatikan secara seragam, baik dari pusat hingga daerah. “Perawat sering menghadapi risiko tinggi dalam pekerjaan mereka, tetapi belum memiliki proteksi kesejahteraan yang terjamin,” ujarnya.
Isu utama yang dibahas adalah potensi kerja yang tidak seimbang dan implementasi program “one village one nurse”. Arif mengakui bahwa tidak semua desa memiliki tenaga kesehatan yang memadai. Hal ini menjadi tantangan besar untuk memastikan setiap masyarakat memiliki akses ke pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas.
Dibalik tuntutan profesional, perawat juga meminta regulasi yang lebih jelas. Beberapa sektor pekerja memiliki standar pensiun yang jelas, tetapi untuk tenaga kesehatan masih ambigu. Arif mengajukan permintaan regulasi khusus untuk melindungi mereka dari risiko kerja yang tinggi.
Untuk menyelesaikan masalah ini, sains dan teknologi perlu dimanfaatkan. Literasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Perwata wajib mampu menggunakan sistem informasi kesehatan digital untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi diagnosa. Selain itu, pelatihan soft skill seperti komunikasi dan empati harus menjadi bagian dari pengembangan karir.
Sebagai solusi tambahan, pemerintah dapat memperluas program one village one nurse dengan pendekatan kreatif. Misalnya, memanfaatkan teknologi mobile health untuk menjelaskan informasi kesehatan secara interaktif di desa. Selain itu, kolaborasi antar-sektor seperti perusahaan teknologi atau organisasi non-gouvernemental bisa memberikan dukungan materi dan non-materi.
Contoh sukses dapat dilihat di beberapa kecamatan yang sudah menjanjikan program ini. Salah satunya adalah provinsi Jawa Barat yang memanfaatkan layanan telemedicine untuk mendukung perawat di daerah terpencil. Hal ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga mengurangi beban fisik perawat yang harus berkecimpung ke daerah terpencil.
Isu kesejahteraan perawat juga perlu dijawab dengan pendekatan holistik. Bukan hanya uang, tetapi juga kesehatan mental dan keseimbangan kerja. Program konseling atau daya tahan stres bisa menjadi solusi yang efektif. Selain itu, pelatihan manajemen waktu dan pengelolaan beban kerja dapat membantu perawat mempertahankan kualitas hidup.
Perawat adalah sumber daya penting yang tidak boleh diabaikan. Kesejahteraan mereka tidak hanya mempengaruhi keusteran pelayanan kesehatan, tetapi juga memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan. Dengan mendukung perkembangan perawat secara komprehensif, pemerintah dan masyarakat bisa membangun sistem kesehatan yang lebih kuat dan inklusif.
Harapannya, dengan semangat ini, perawat bisa terus berprestasi optimal. Semakin banyak dukungan yang diberikan, semakin besar kemungkinan mereka akan menjadi jembatan yang kokoh antara masyarakat dan layanan kesehatan. Dana dan kebijakan yang tepat bisa mengubah tantangan menjadi kesempatan untuk setiap profesi ramah sehat.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.