IPAL TPA Ciangir, Kota Tasikmalaya Mandek, Rp3,7 Miliar Menganggur Tanpa Listrik

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Proyek pengolahan air limbah (IPAL) di TPA Ciangir, Tasikmalaya, yang awalnya dianggap solusi terhadap pencemaran, kini terlihat seperti monument mahal yang belum teraktifkan. Dibangun dengan anggaran Rp3,7 miliar, sistem ini masih tetap mati karena listriknya belum menyala. Kritik tajam muncul dari Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya.

Ketua Komisi III, Anang Sapa’at, menjelaskan bahwa masalah ini mencerminkan perencanaan yang belum lengkap, atau dalam kata lain, seperti serampangan. Auditasi yang dilakukan tidak hanya mengandung data tertulis, tetapi juga sampel air dari TPA Ciangir. Hasilnya mengungkapkan bau berbahaya dan warna air yang masih keruh, mirip kondisi sebelum IPAL diperumbuhkan.

Anang, yang berjabatannya, mengungkapkan bahwa kualitas air lindi masih mirip tanpa IPAL, seperti pada Senin (16/3/2026). Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang diminta menghadiri audiensi tetap tidak terlihat, meski telah dihubungi beberapa kali. Penundaan rapat membuat beberapa pertanyaan tidak terjawab.

Pada lokasi, komisi III melakukan pengamatan langsung. Mesin filtrasi terpasang, tetapi tidak bisa berjalan karena listriknya masih dalam proses instalasi. Kecepatan pengadaan infrastruktur dasar seperti listrik memang menjadi penyebab penundaan.

Kritik terhadap Dinas Lingkungan Hidup semakin memerah. Ketidakhadirannya dalam audiensi dan peninjauan lapangan dianggap tidak sepenuhnya profesional. Anang hingga menyebutkan, “Ini dinas serius atau tidak? Kami minta hadir, tapi tidak datang. Yang ada juga kurang kompeten.”

Proyek IPAL ini menunjukkan kekurangan dalam pengelolaan dana serta responsivitas dari pihak terkait. Tanpa listrik yang mengeras, fungsinya untuk mengurangi pencemaran air lindi tetap tidak tercapai. Limbah terus mengalir dengan kondisi yang berbahaya.

Proyek berbudget besar ini membutuhkan pengawasan yang tepat dan koordinasi yang teratur. Tanpa listrik yang mendukung, investasi mereka hanya menjadi bukti dari kesalahan pengolahan. Kesalahan seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk mempertimbangkan lebih dalam dalam pengembangan infrastruktur lingkungan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan