Cerita Perjalanan Dua Hari ke Tasik dengan Motor Rongsok oleh Arungi dari Bogor

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mereka sering mengasihkan sanasi positif kepadaWildan, yang berusaha mengarungi jalur mudik dengan motor rakitan vintage. Ia menggunakan mesin Bajaj lawas yang umur 1962, memicu pengalamannya yang unik. “Kemarin saya berangkat pukul 06.00 WIB, sekarang baru sampai Negreg,” kata dia saat di sela istirahat di Kaledong Nagreg, Bandung.

Perjalanan dua harinya menantangnya untuk memelihara kendaraan tersebut. “Saya membuat rangka motor sendiri dengan teman komunitas,” ceritanya. Meski kurang ideal, dia lebih fokus pada kejelasan mesin. “Yang penting mesin tidak mogok, lampu depan dan belakang bisa diperbaiki nanti,” ujarnya.

Warga sekitar sering menyapa mereka, terutama yang juga menggunakan roda dua. “Kadang kami bertepu sambil bertanya ke mana tujuan,” selesa. Wildan, yang suka motor Vespa sejak remaja, terkesan tidak setuju dengan konsep ini. “Hari ini saya dipaksa tidak puasa karena kebutuhan praktis,” katanya dengan santun.

Biaya total Rp 60 ribu untuk bensin dua hari lalu. “Alhamdulillah, motor tetap lancar,” terima kasih. Selain pengalaman teknis, perjalanan ini mengajarkan kepekaan dan optimisme. “Setiap kesempatan harus dikerjakan dengan sempurna,” ujarnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan