2026 Penuh Teriakan: Mulai Pencairan Proyek hingga Urusan THR

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya dalam Ramadan 2026 mengalami situasi baru yang penuh ketimpangan dan kekhawatiran. Banyak masyarakat menyaksikan dukungan politik dan aksi yang tidak terduga, merendahkan pengasuhan wali kota.

Kemunculan kritik terhadap Viman Alfarizi Ramadan, yang menjabat sebagai pejabat pendirinya, mulai dari awal bulan Ramadan. Masyarakat bermunculan pertanyaan tentang kinerjanya, terutama terkait janji politik yang tidak terlaksanakan.

Informasi dari pihak pemkot mengaku Viman sedang sakit, sehingga fokusnya beralih ke perawatan diri. Hal ini membuat masyarakat merasa tidak tertangguhkan, meski wali kota tetap manusia biasa.

Kondisi keuangan kontrahktor menjadi sorotan lain. Banyak pekerjaan mereka belum dibayar, bahkan ditarik karena prioritas ke atas pimpinan. Penjelasan yang tidak jelas oleh pemkot semakin menguatkan dukungan masyarakat.

Gerakan masyarakat pro- lingkungan juga muncul dengan cara kreatif. Mereka menghangatkan panggung di Bale Kota dengan spanduk, hingga menempatkan tamu di trotoar. Kegiatan ini menjadi tanda raga Ramadan baru di kota ini.

Kebijakan Pemkot untuk mengubah Jalan HZ Mustofa menjadi lapak dagang menantang fasilitas umum. Perluasan lapak ini mengganggu parkir dan jalur kelang, memicu ketimpangan lalu lintas.

Kehadiran pedagang yang dikupas Rp 400 ribu per hari diteliti sebagai “retribusi” untuk menggunakan ruang lapak. Namun, kritik muncul jika pembiayaan ini tidak mencukupi untuk membiayai fasilitas umum yang dipaksa digantikan.

Semua perkembangan di atas menunjukkan keseimbangan yang sulit diwujudkan antara kebutuhan masyarakat dan ketentuan pemerintah. Konflik ini mengingatkan bahwa pemimpin harus lebih responsif terhadap isu nyata.

Kreativitas masyarakat dalam memicu protes dan aksi sosial bisa menjadi solusi alternatif jika dialog tidak berjalan. Namun, solusi jangka panjang memang memerlukan komitmen dari pihak berwenang.

Keberhasilan Tasikmalaya dalam Ramadan ini tidak hanya tergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk berbuka dan mengejar kemajuan bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan