Aktivis Mahasiswa di Tasikmalaya Menggunakan Penampungan Sampah Sebagai Sistem Pengukuhan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pengukuhan Lingkungan Mahasiswa Di TPA Nangkaleah

Aktivis BEMSETAS mengikuti langkah pengukuhan lingkungan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nangkaleah, Tasikmalaya. Kejadian ini diadakan ragu-ragu karena tidak ada fasilitas mewah, tapi berlandaskan pesan simbolis. Aktivis memparipkan 100 biji pohon sebagai tanda komitmen terhadap lingkungan.

Kegiatan ini didukung oleh 24 BEM dan DEMA di Tasikmalaya, serta tokoh setempat. Penghapusannya mencakup perwakilan Badan Lingkungan Kab. Tasikmalaya dan Dinas Kehutanan Wilayah VI. Struktur BEMSETAS terdiri dari tim dengan ketua Trendi Hidayat Ajij, yang menekankan pentingnya terlibat langsung di tempat realis.

TPA Nangkaleah memiliki luas 7,5 hektare, dengan sampah yang menutupi hingga 1,5 hektare. Ini mencerminkan ketidaknyamanan lingkungan yang harus diatasi bersama. Trendi Ajij menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyadari masalah lingkungan bukan hanya sebagai diskusi, tapi langsung bertindak di lapangan.

Koordinator Pusat Yadi juga menekankan konsekuensi praktis. “Mahasiswa harus melihat kondisi TPA secara objektif. Persoalan lingkungan bukan sekadar kritik, tapi berusaha mencari solusi bersama-sama,” ujarnya.

Analisis dan Penawaran Tambahan
Pendapat ini relevan dengan tren aktivisme mahasiswa di Indonesia yang semakin fokus pada solusi praktis. Studi menunjukkan bahwa proyek lingkungan mahasiswa sering menghasilkan perubahan sosial yang berkelanjutan. Mungkin, integrasi teknologi seperti aplikasi tracking sampah dapat memperkuat pengaruh ini.

Pemotivasi Akhir
Kondisi lingkungan bukan sekadar masalah pemerintah. Setiap individu, terutama generasi muda, memiliki peran vital. Dengan kolaborasi, kita bisa mengubah TPA menjadi ruang yang lebih tahan dan bererti. Aktif sekarang, bukan hanya berbicara.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan