Tasik Speed Run: Jalan Dokar Tasikmalaya dig morehkan menjadi arena olahraga dadakan malam Ramadan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jalan Dr Soekardjo (Dokar) di Tasikmalaya mengalami perubahan fungsi pada Rabu malam 11 Maret 2026. Menggantikan jalur gerobank, jalan tersebut menjadi tempat lomba Tasik Speed Run yang penuh aktivitas. Acara ini dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dengan hadiah bintang Tamu Deby Ceper.

Meskipun biasanya mengisi jalur main, malem itu menjadi lapangan olahraga intens. Banyak peserta berlari cepat, sementara ribuan anak muda menikmatinya. Polisi tidak hanya memastikan keamanan, tetapi juga mendukung organisasi ini. Tujuan jelas: memanfaatkan energi muda yang biasanya terasa tak tertata.

AKBP Andi Purwanto dari Kapolres Tasikmalaya menjelaskan, ini adalah langkah untuk mengarahkan aktivitas positif di bulan Ramadan. “Kegiatan ini bertujuan meminimalkan risiko geng motor atau tindakan berbahaya yang bisa terjadi di malam hari,” kata ia. Fenomena anak muda berkecimpunan malem ini, meskipun sulit dihindari, bisa diarahkan melalui acilitas seperti ini.

Pemangku acara Yana Riana (Yanyan Cibo) mengakui awalnya aktivitas ini sering dipertanyakan karena dianggap ilegal. “Agora, dengan dukungan polisi, ini menjadi platform positif,” ujarnya. Peserta dari berbagai kota, termasuk Jambi, Jakarta, dan Surabaya, ikut dengan jumlah sekitar 200 orang. Polisi juga menutup sebagian jalan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar.

Awalnya, kompetisi ini dianggap risikasi. Namun, dengan fasilitasi dari pihak berwenang, agora ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi masyarakat dan aparat keamanan bisa berdampak positif. Acara ini tidak hanya menghindari masalah, tetapi juga memberikan ruang untuk peserta belajar disiplin dan kerja sama.

Proses ini menunjukkan pentingnya mengakomodasi kebutuhan muda dengan cara yang aman. Langkah-kelamin polisi menunjukkan ketertarikan mendukung inisiatif yang memicu kebersamaan. Hasilnya, energi yang biasanya terkesan negatif kini direksikan ke arah produktif.

Kegiatan ini membuka peluang baru untuk masyarakat merah dalam mengekspresikan diri. Dengan dukungan dari instansi tegas, olahraga seperti ini bisa menjadi solusi praktis. Ini mengajak kita untuk melihat potensi positif dalam aktivitas yang awalnya dianggap tidak aman. Setiap inisiatif seperti ini membuktikan bahwa dengan kemitraan, bahkan tantangan besar bisa berubah menjadi kesempatan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan