Reaktivasi Bandara di Tasikmalaya Masih Berlangsung, Pemkot Belum Selesai

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.id – Otoritas kota Tasikmalaya belum memulai diskusi dengan pemerintah daerah di wilayah Timur Priangan terkait langkah mengembangkan layanan penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata. Pernyataan ini dilakukan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kotamadya Tasikmalaya, Iwan Kurniawan, saat diinformasikan mengenai rencana kerja sama lintas daerah.

Menurut Iwan, hingga saat ini belum ada penanganan resmi untuk memfasilitasi kerja sama antara kota Tasikmalaya dan pemerintah kabupaten atau kota sekitarnya. Proses komunikasi ini masih dibatasi pada langkah internal pemerintah kota untuk menentukan mekanisme pembahasan mendalam.

“Sekarang tidak ada langkah resmi dari pihak pemkot untuk berdiskusi dengan pemerintah daerah di Timur Priangan,” ujar Iwan saat bertemu, Rabu (11/3/2026). “Langkah ini akan ditetapkan lebih detail di bagian ekonomi.”

Sebelumnya, pemerintah kota Tasikmalaya telah memproses pemikirkan untuk membuka operasi penerbangan kembali di Bandara Wiriadinata. Pemimpin kotamadya Viman Alfarizi Ramadhan pernah menyampaikan permintaan agar bandara tersebut aktif kembali, terutama saat puncak turis seperti Lebaran atau sebelum pergantian tahun 2027. Namun, dalam diskusi awal dengan perusahaan penerbangan, muncul syarat operasional seperti pembiayaan deposit sebagai jaminan keuntungan minimal untuk maskapai.

Viman menjelaskan bahwa perusahaan penerbangan membatasi operasional berdasarkan perhitungan ekonomi yang ketat. Pembukaan rute baru biasanya dibatasi oleh mekanisme jaminan pendapatan.

“Operasionalnya memang terpengaruh oleh aspek bisnis,” kata Viman.

Pemerintah kota masih menyiapkan analisis kelayakan atau studi visibilitas untuk mengetahui potensi pasar penerbangan dari Tasikmalaya dan sekitarnya. Studi ini akan menilai apakah mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Timur Priangan cukup kuat untuk mendukung operasional bandara secara berkelanjutan.

“Nanti kita evaluasi melalui studi ini apakah nilai minimal operasional dapat tercapai,” ujarnya.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa reaktivasi bandara Wiriadinata memungkinkan peningkatan pendapatan lokal hingga 30% dalam satu tahun pertama, berdasarkan studi kasus bandara kecil yang berhasil di Jawa Barat. Infografis menunjukkan potensi penginapan 200.000 penumpang per bulan jika rute baru dikembangkan.

Ketimpangan utama adalah kebutuhan dana deposit yang cukup besar untuk memenuhi syarat bisnis maskapai. Namun, analisis menunjukkan bahwa investasi ini bisa dikupasi melalui pasangan bisnis lokal atau subsidi pemerintah daerah.

Kemudian, Viman merangkuman bahwa keputusan akhir dari pihak pemkot belum ditentukan. Proses ini bersifat teknis dan membutuhkan input dari berbagai pihak.

Pemohon, pemerintah daerah di Timur Priangan perlu aktif berpartisipasi dalam pembahasan ini. Keberhasilan reaktivasi bandara sangat bergantung pada kerja sama lintas daerah.

Kebijakan ini bisa menjadi peluang bagi daerah bersebaran yang ingin meningkatkan konektivitas ekonomi. Sebagai contoh, bandara kecil di daerah terpencil berhasil meningkatkan pendapatan waraloh sekitar 40% setelah aktifkan penerbangan komersial.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan