Ramadan di Tasikmalaya Berlangsung di Condisi Perih, Pegawai Satlantas Menurunkan 100 Orang Tiap Hari untuk Mencampur Balapan Liar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Fenomena balapan liar yang sering muncul saat Ramadan di beberapa wilayah baru saja tadi belum menyebabkan masalah besar di Kota Tasikmalaya. Jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya Kota menjelaskan situasi masih dalam kontrol. Di sekitar jalur yang sering terpapar balapan liar, warga memasang spanduk pelindung secara mandiri seperti di Jalan Mashudi.

Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, mengakui hanya satu kali kerumunan remaja terdeteksi pada awal puasa. “Hanya satu hari saja pada saat awal Ramadan yang ditemukan kerumunan, setelah itu hingga sekarang tidak ada lagi,” ujar Riki pada minggu ini.

Aktivitas ini sebenarnya lebih terkait ngabuburit, bukan balapan liar yang memicu stres sekaligus menguji kesabaran warga. Faktor yang mempengaruhi kondisi ini adalah pergelaran personel yang masif. Setiap hari, sekitar 100 personel terjuit untuk mengawasi di jalan-jalan di Tasikmalaya.

Hujan yang hampir terus turun juga membantu mengatasi masalah. Hujan setiap hari membuat remaja kehilangan panggungnya, sehingga balapan liar menjadi langkah alternatif. Polres juga mengingatkan generasi muda agar tetap disiplin dan tidak mudah terlena.

Fenomena perang sarung yang sering muncul di daerah lain tidak ditemukan di Tasikmalaya. Kekuatan masyarakat, terutama peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya, dianggap sebagai faktor penting. “Orang tua di Tasikmalaya tetap sayang terhadap anaknya, sehingga tidak ada perang sarung di sini,” kata Riki.

Semoga kondisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda agar tetap terjaga dalam tersendiri. Pendampingan keluarga dan kesadaran masyarakat akan jadi kunci mencegah fenomena aneh seperti ini di masa mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan