Memimpin Dimulai dari Mendengar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Salah satu aspek yang sering diabaikan dalam kepemimpinan adalah rasa keadilan, yang sebenarnya merupakan fondasi utama. Banyak masih memandang kepemimpinan sebagai hal yang berhubung dengan posisi atau kursi yang dilantik. Padahal, kepemimpinan juga mengandung cara mengambil keputusan yang benar.

Seorang ahli kepemimpinan, H Azies Rismaya Mahpud, pernah menyampaikan prinsip sederhana bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang duduk di kursi paling depan. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan sebenarnya adalah soal keputusan yang diambil. Tanpa keputusan, organisasi atau pemerintahan tidak akan berjalan dengan lancar.

Keputusan yang baik jarang muncul dari ruang yang sepi. Banyak kali, ia lahir dari diskusi yang panjang, perdebatan kecil, atau masukan yang mungkin tidak nyaman. Kemudian, pemimpin juga harus mampu mengejar diskusi dan berdisiplin untuk mempertimbangkan usulan orang lain.

Administrasi nasional sudah punya mekanisme dan prosedur yang menjamin keadilan. Aturan dan prosedur ini tidak untuk menghambat, melainkan untuk menjaga keputusan yang lebih objektif. Keadilan tidak selalu membuat semua orang puas, tetapi secara umat, rasa bahwa suara mereka telah didengar sudah menjadi bagian dari keadilan itu sendiri.

Kepemimpinan yang benar bukan tentang siapa yang memutuskan, tetapi bagaimana keputusan itu dipastikan menjadi adil melalui proses yang inklusif. Pemimpin yang kuat adalah yang mampu mendengar sebelum memutuskan. Hal ini menjadi kritik penting bagi semua pihak yang ingin membangun sistem yang lebih adil.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan