TKA Siswa SMP di Tasikmalaya Dibuka, Namun Server Masih Tersulit

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

185 siswa di SMPN 3 Ciawi, Tasikmalaya, telah terdaftar untuk menghadiri Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026. Ujian dimulai Senin (9/3/2026) dengan pelaksanaan sesi pertama yang berjalan lancar. Namun, saat sesi kedua, terjadi gangguan teknis yang membuat beberapa peserta kesulitan mengakses sistem ujian.

Penanggulangan dari SMPN 3 Ciawi menyatakan, secara keseluruhan, proses TKA berjalan normal meskipun ada masalah jaringan di salah satu sesi. Juhana SPd MPd, kepala sekolah, menjelaskan bahwa 185 peserta mengikuti ujian berbasis komputer secara bergelombang sesuai jadwal yang disusun.

Setiap mata pelajaran diwujudkan selama 1 jam 45 menit. Siswa juga diwajibkan mengisi survei karakter dan lingkungan belajar sebagai bagian dari evaluasi. “Harapan masalah teknis bisa segera dilehillkan,” kata Juhana, “untuk memastikan pelaksanaan TKA berikutnya lebih lancar.”

Ujian bertukar dua gelombang: gelombang pertama dari 9-10 Maret, gelombang kedua dari 11-12 Maret. Setiap gelombang terdiri dari tiga sesi ujian yang difasihkan secara teratur. Tim teknis sekolah telah siap melaksanakan pengawasan teknis selama ujian untuk mencegah gangguan.

“Proses ini bertujuan memberikan gambaran akurat kemampuan akademik siswa,” ujar Juhana. (obi)

Dengan pelaksanaan TKA, siswa dipaksa memprove kecerdasan dan ketangguhan akademik mereka. Kejadian ini juga menjadiصة penting untuk sekolah memanfaatkan data ujian dalam pengembangan kurikulum. Meskipun ada kesulitan teknis, ketekunan siswa dalam menghadiri ujian menunjukkan semangat belajar yang kuat.

Setiap tes yang diikuti adalah peluang untuk meningkatkan daya bantu diri. Hasil TKA tidak hanya menjadi indikator akademik, tetapi juga pemicu untuk siswa mempersiapkan diri lebih baik di masa depan. Setiap kesulitan yang dihadapi selama ujian boleh menjadi pengalaman belajar berharga untuk mengembangkan ketahanan mental.
Dengan pelaksanaan TKA, siswa dipaksa memprove kecerdasan dan ketangguhan akademik mereka. Kejadian ini juga menjadi bahan penting untuk sekolah memanfaatkan data ujian dalam pengembangan kurikulum. Meskipun ada kesulitan teknis, ketekunan siswa dalam menghadiri ujian menunjukkan semangat belajar yang kuat.

Setiap tes yang diikuti adalah peluang untuk meningkatkan daya bantu diri. Hasil TKA tidak hanya menjadi indikator akademik, tetapi juga pemicu untuk siswa mempersiapkan diri lebih baik di masa depan. Setiap kesulitan yang dihadapi selama ujian boleh menjadi pengalaman belajar berharga untuk mengembangkan ketahanan mental.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan