Jalan Berlubang di Sindangkasih, Ciamis – Dibutuhkan Keselamatan Ekstra saat Melewatinya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jalan Baru Sindangkasih di Dusun Pengkolan, Kecamatan Sindangkasih, yang menjadi jalur penting menuju Tasikmalaya dan Bandung, mengalami kerusakan berupa lubang dan permukaan tidak rata. Hal ini memicu risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara motor yang perlu berkecepatan lebih rendah saat melewat jalur tersebut.

Seorang pengendara motor bernama Dasep (30 tahun) mengungkapkan masalah kerusakan jalan ini terjadi secara berulang. Ia mengkhawatirkan bahwa kondisi jalan yang tidak sehat bisa memicu kecelakaan, terutama karena musuh seperti genangan air yang memperparah kerusakan. “Saya sering melewati jalan ini, dan pasti ada lubang yang bisa menimbulkan kecelakaan, terutama saat jarak jauh,” kata Dasep kepada media.

Warga setempat, Jeje (55 tahun), juga menyertakan pengalamannya. “Perbaikan jalan di sini terus dilakukan, tapi baru beberapa minggu baru kerusakan kembali,” ia ujar. Jeje juga mengklaim bahwa keadaannya sering terjadi kecelakaan, terutama saat jalan masih dalam kondisi tidak rata.

Penempatan saluran air yang tidak optimal menjadi salah satu penyebab kerusakan. Dasep meminta pemerintah segera memperbaiki drainase serta menambahkan paripasan jalan dengan kualitas yang lebih baik. “Kalo tidak segera diperbaiki, bisa terjadi genangan air yang memperparah lubang atau kerusakan lagi,” tegasnya.

Berdasarkan pengamatan warga, kerusakan jalan ini bukan hanya terjadi di satu area. Jeje menyertakan bahwa perbaikan ini sering dilakukan, tapi belum memadukan solusi jangka panjang seperti perbaikan saluran air yang efektif. “Kalau hanya ditambal sementara, jadi kerusakan akan kembali dalam waktu singkat,” ujarnya.

Sebagai solusi, Dasep menyarankan pemerintah memprioritaskan kerjasama dengan ahli teknik untuk memastikan kualitas perbaikan. Selain itu, perlu diperhatikan faktor genangan air yang sering mengganggu struktur jalan. “Jalan yang baik membutuhkan perbaikan yang mendalam, bukan hanya paripasan,” tegasnya.

Penyesuaian infrastruktur dengan kondisi lingkungan menjadi kuncinya. Genangan air yang tidak teratur bisa mempercepat kerusakan, terutama pada jalur yang sudah baru dibangun. “Kondisi jalan tergantung pada kejelasan saluran airnya,” ujar Jeje.

Dengan demikian, perbaikan jalan ini memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif. Solusi jangka panjang seperti perbaikan saluran air dan penggunaan material yang tahan lama dapat mengurangi risiko kerusakan yang berulang.

Di sisi ini, kebutuhan masyarakat untuk jalan yang aman dan berkelanjutan semakin mendesak. Pengendara dan warga berharap pemerintah dapat memprioritaskan area ini, terutama saat musim hujan yang akan meningkatkan risiko kerusakan. Solusi praktis, seperti perbaikan drainase dan pengawasan rutin, bisa menjadi langkah awal untuk menghindari kecelakaan dan kerusakan yang berulang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan