DAG, DIG, DUG, THR ASN di Kota Resik

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Menjelang Ramadan, ketegangan di kalangan Anggota Satuan Ngaji (ASN) di Tasikmalaya semakin meningkat. Bukan karena aktivitas pesta atau makanan sahur, tapi karena perdebatan seputar Tunjangan Hari Raya (THR). Dana yang setiap tahun menjadi harapan, kini mewetai ketegangan.

Uang yang biasanya tiba sebelum Lebaran, tiba di ketimpangan Ramadan. ASN yang biasanya menunda harapannya, sekarang merasakan rasa dagdigdug. Beberapa mencari informasi di grup WhatsApp, lainnya berusaha diam-diam ke pihak berwenang. Jawaban yang diberikan hampir sama: belum ada kesan.

Masalahnya sederhana namun berdampak. Sumber dana THR tidak jelas. Itulah yang membuat suasana di Tasikmalaya berbeda dari wilayah sekitarnya, seperti Banjar. Di sana, pemerintah daerah sudah cepat mengambil langkah. Kota Banjar bahkan meminjam dari bank untuk memenuhi kebutuhan ASN, dengan rencana pembayaran setelah dana daerah meningkat.

THR tahun ini mencapai Rp21,024,580,660, dengan 4.824 penerima. Sebagian besar dari PNS dan PPPK. Di Tasikmalaya, prosesnya masih dalam tahap nantang. Tidak ada sinyal dari pemerintah lokal. Banyak yang meminta tahu, tapi jawaban tetap berkala.

Berganti, di Banjar, peminjamannya ditetapkan dengan detail. Keputusan pemerintah daerah sudah jelas: ASN dulu harus tenang untuk bekerja lebih efektif. Logika ini terdengar masuk akal, tapi belum ada penyesuaian di Tasikmalaya.

Terus, di Tasikmalaya muncul kerumitan. Ada yang berani minta pinjaman, ada yang realis, dan ada yang masih diam-diam. Di wilayah Timur Priangan, beberapa daerah sudah mulai agitasi. Tapi di Tasikmalaya, ketegangan tetap.

Meskipun kondisi masih rentan, ada solusi yang bisa diadopsi. Transparansi dalam pengelolaan dana dan perencanaan lebih cepat bisa mengurangi ketegangan. Contohnya, Banjar yang menggunakan pendanaan bank untuk memastikan distribusi THR tiba tepat waktu.

Solusi yang unik: Ada kebutuhan untuk ASN Tasikmalaya berkomunikasi lebih aktif dengan pihak berwenang. Mungkin melalui forum atau laporan online yang terstruktur. Selain itu, pemerintah lokal bisa mengikuti contoh Banjar dengan meminjaman strategis.

Kegiatan tambahan: Bisa dikembangkan dengan infografis tentang proses distribusi THR atau studi kasus Banjar. Ini bisa membantu ASN memahami mekanisme yang lebih efisien.

Masa depan distribusi THR di Tasikmalaya hingga pada keberanian mempertahankan harapan dan keberlanjutan. Setiap ASN harus fokus pada tugasnya, bukan ketegangan finansial. Dengan solusi yang konsisten, distribusi THR bisa menjadi kemenangan bagi seluruh masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan