Tidak Bisa Dikembangkan, Komisi I DPRD Tasikmalaya Sentinel Kinerja Dua Kadis Impor

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.id – Kinerja dua pejabat baru yang justru diangkat ke lingkungan Dinas di Tasikmalaya menjadi fokus kritik dari legislator. Meskipun sudah berwawasan sejak dilantik, keduanya masih terang tak memberikan perubahan signifikan dalam kerangka tugasnya.

Andi Supriadi, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, menyampaikan kritik secara langsung terhadap Kementerian Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPU-TRPP-LH) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Pejabat pejabat ini, yang sering disebut sebagai “impor” karena asalnya luar daerah, diharapkan membawa inisiatif yang dapat mempercepat pembangunan. Namun, hingga saat ini, Andi merasakan belum ada langkah konkret yang dapat diakui.

“Hingga sekarang, kinerjanya masih mengingat kain. Publik belum melihat program spesifik atau arah kerja yang jelas dari kedua dinas,” ujar Andi saat ditemui media. Ia memaksa bahwa pejabat baru harus fokus pada solusi konkret untuk masalah di sektor masing-masing, bukan hanya mengandalkan adaptasi atau adaptasi lingkungan.

Evaluasinya mengungkap tiga isu krusial yang menjadi kritik DPRD. Pertama, kelengkapan pengawasan kepegawaian masih tidak terpenuhi. Di DPU-TRPP-LH dan Disdikbud, berbagai masalah internal masih berlangsung tanpa pengendalian jelas dari pejabat baru. Kedua, program inovatif yang bisa mendorong kemajuan daerah masih terbatas. Hingga kuartal awal tahun ini, Andi tak menemukan inisiatif strategis yang menonjol dari kedua lembaga. Ketiga, kondisi rehabilitasi sekolah yang rentan kerusakan masih mengingat perhatian. Banyak bangunan sekolah di Tasikmalaya yang rusak, tetapi program revitalisasi tetap tidak terpapar secara menyeluruh.

Legislator dari Dapil 5 menekankan bahwa masalah sekolah rusak tidak boleh diabaikan karena dampaknya langsung pada keamanan siswa.

Seperti yang Andi menyampaikan, kenaikan pejabat dari luar daerah ini memang harus membawa fresa baru. Namun, kehadiran mereka harus diukur dari hasil konkret yang dapat diwujudkan. Fokus harus pada mempercepat pembangunan, menyelesaikan isu kritis, dan menunjukkan komitmen untuk keberhasilan di Tasikmalaya. Tanpa langkah tegas, kritik akan terus berlangsung.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan