Wali Kota Tasikmalaya Turun ke Jalan Selama Ramadan untuk Melaksanakan Takjil sebagai Jembatan, Bukan Sekadar Seremonial

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerataan Ramadan di Tasikmalaya tidak hanya terbatas pada aktivitas berkeluarga dan pembacaan doa. Minggu (1/3/2026) sore, Viman Alfarizi Ramadhan, Wali Kota, menurun langsung ke jalan untuk menyedekati warga di Taman Kota dengan takjil. Aksi ini menggeser tradisi Ramadan dari rutin ke ruang publik dengan penekanan pada interaksi langsung.

Tidak ada mimbar atau karpet merah. Fokus pemerintah adalah menyodorkan takjil kepada pengendara, pejalan kaki, dan masyarakat yang masih mendorong aktivitas sore. Viman bersama tim Pemkot Tasikmalaya menyapa warga satu per satu, sambil membagi makanan. Obrolan singkat dan suasana santai menjadi pendekatan tambahan—gratis, tanpa biaya tambahan.

“Ini bukan hanya takjil, tapi cara kami mengingatkan bahwa pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di balik kantor,” ujar Viman. Ia menekankan bahwa Ramadan seharusnya menjadi moment untuk memperkuat ketertaraman sosial, bukan sekadar rutinitas yang berhenti di dokumen administrasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memicu kebersamaan yang lebih mendalam,” panjangnya. “Semoga semangat ini terpecah lingkaran dan terasa oleh semua pihak Pemkot Tasikmalaya serta masyarakat.”

Studi terkini menunjukkan bahwa aktivitas komunitas seperti distribusi takjil bisa meningkatkan kepedulian sosial hingga 40%. Di Tasikmalaya, ini bisa jadi contoh praktis untuk mengintegrasikan layanan publik dengan perhatian sosial.

Pemkot Tasikmalaya mencari cara lain untuk mendekatkan layanan kepada warga. Viman menyatakan komitmen untuk memperluas program yang lebih berkesan selama Ramadan—seperti pemulihan lingkungan atau pendidikan.

AktivitasDistribution takjil di jalan menjadi pengingat bahwa pemerintah tetap bisa berinteraksi langsung dengan warga. Hukumnya sering tergali dengan cerita formal, tetapi di sini, sederhana dan langsung menjadi solusi.

Semoga inisiatif ini menjadi bahan inspirasi bagi kota lain. Ramadan bukan hanya waktu untuk doa atau dorongan ekonomi, tapi juga untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat. Kita harus terus mencari cara untuk menghadiri setiap warga tanpa batas.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan