Kritik Predikat Kota Bersih Banjar, DLH Ditegaskan Tanggung Jawab Bersama

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Asep Tatang Iskandar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup di Banjar, menerima kritik terkait predikat “Menuju Kota Bersih Tingkat Nasional Tahun 2025”. Predikat tersebut dikeraskan oleh sejumlah pihak. “Penghargaan ini harus kita jaga dengan teliti, karena permasalahan sampah bukan tanggung jawab Dinas LH saja, tapi bagi semua pihak yang terlibat,” kata dia Senin (2/3/2026).

Penghargaan ini memang berat, karena setiap tiga bulan sekali Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penilaian langsung di berbagai lokasi. Titik penilaian ini ditentukan sendiri oleh kementerian, bukan dinas. Maka, pihaknya meminta petugas untuk bersih-bersih setiap hari, bukan hanya saat penilaian. “Petugas harus menjaga kebersihan sehari-hari, bukan hanya saat evaluasi,” tegasnya.

Asep juga sering turun langsung ke lapangan memantau kerja petugas pagi. “Saya ingin memastikan tidak ada keluhan masyarakat tentang sampah dan kebersihan,” ujarnya. Karena prinsipnya, ia harus menjadi contoh bagi instansi lain dan masyarakat. “Kita akan berkoordinasi dengan instansi lain untuk bersih-bersih BWP (Banjar Water Park), karena aset ini masih terbengkalai dan belum di-management oleh RTH,” menjelaskannya.

GMNI Kota Banjar, melalui Kepalanya Septian Lestari, menolak penghargaan tersebut. “Kami menghargai pemberian, tapi tidak ingin dikaitkan dengan solusi sampah di Banjar sudah selesai,” ujarnya Minggu (1/3/2026).

Untuk kontainer sampah yang rusak, dua unit telah diperbaiki dengan cara ditambal. “Anggaran perbaikan berasal dari BBM bulan Desember yang dipindahkan untuk pemeliharaan kontainer,” menjelaskan Asep.

Predikat itu memang menonjolkan prestasi, tetapi tantangan lingkungan tetap berkelanjutan. Kerjasama antarinstansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keterlaksanaan. Banjar harus terus fokus pada kebersihan harian, bukan hanya saat ada evaluasi.

Keberhasilan ini bisa menjadi puncak, tetapi tanpa partisipasi aktif, prestasi bisa terhitung doang. Kota harus terus menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjaga lingkungan bersih.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan