Kota Tasikmalaya Panen Khataman dan Berbagi Pakaian, BKMM DMI Buktikan Ramadan tanpa hanya berkat ceramah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Ramadan di Tasikmalaya Menjadi Situs Aksi Solidaritas Berbagi

Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan unik dalam bulan Ramadan dengan pendekatan praktis. Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (BKMM) DMI menerapkan konsep “pahala penuh, lemari kosong” melalui aksi berbagi pakaian dan Tadarus Akbar. Di Masjid Agung, jemaah mengikuti upaya menumpuk pakaian layak pakai baru dan usang, tanpa transaksi belanja. Konsepnya sederhana: satu putaran satu pakaian, lalu bisa antre kembali. Hasilnya, donasi pakaian mencapai proorsi tinggi, mendorong pengalaman spiritual melalui keikhlasan berbagi.

Penyelenggara, Hj N Vera Amalia, menekankan tujuan ini bukan sekadar rutin, melainkan upaya mendidik jemaahβ€”terutama ibuβ€”untuk ikhlas memberikan. “Kita memanfaatkan momentum Ramadan untuk tanamkan nilai berbagi,” jawabnya. Setiap pakaian yang dibagikan dianggap sebagai bentuk ibadah jalan yang mendekatkan masyarakat.

Sementara itu, Tadarus Akbar diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai lapisan. Undangannya, setiap peserta membaca satu juz, sehingga menghitung total lebih dari 30 kali khataman Al-Qur’an dalam waktu singkat. Kegiatan ini dicontohkan sebagai “pabrik pahala” yang bekerja gila, menggabungkan ibadah dengan pengalaman sosial.

BKMM juga mengorganisir Mujahidah Digital di Jalan Letjen Mashudi. Kehadiran pengurus mulai dari ketua ranting hingga ketua pengurus harian menunjukkan komitmen dalam menjaga konsistensi program. Hj Ai Rosidah MAg, ketua PD BKMM, menyatakan kegiatan ini bertujuan memotivasi ibu untuk lebih konsisten beribadah dengan niat sempurna.

Studi Kasus: Inisiatif Berbagi di Ramadan
Sebuah pelestarian di kota lain menunjukkan dampak positif kebersamaan. Seperti di Yogyakarta, organisasi setempat mengelola donasi makanan dengan sistem “beli-bersih”, yang meningkatkan partisipasi masyarakat. Konsep serupa yang dikembangkan di Tasikmalaya terbukti efektif dalam mendekatkan kalangan umat dan mengurangi ketidaknyatawan sosial.

Insight Unik
Aksi berbagi pakaian bukan hanya mengurangi kekurangan, tetapi juga membangun budaya empati. Dengan memanfaatkan sumber daya yang masih berkat, masyarakat bisa meraih solusi praktis sambil mengedepankan nilai spiritual. Kegiatan ini juga menjadi peluang untuk mengajarkan generasi muda pentingnya tanggung jawab sosial.

Ramadan di Tasikmalaya mengajak kita untuk melihat nilai dalam setiap aksi kecil. Setiap pakaian yang dibagikan, setiap khataman yang dibaca, adalah langkah untuk mempererat silaturahmi. Semoga ini menjadi contoh bagi kota lain untuk merenderskan Ramadan sebagai bulan yang penuh guna dan perdamaian.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan