Buka Layanan Pengaduan Keluhan Masyarakat PDAM Tirta Anom di Kota Banjar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Perumdam Tirta Anom di Banjar memperkenalkan sistem baru untuk pengaduan gangguan air bersih. Layanan ini menggunakan media sosial dan WhatsApp sebagai jalur utama. Sebelumnya, masyarakat sering kesulitan mengetahui alamat instansi yang tepat untuk melaporkan masalah seperti keringatan atau pembocoran jaringan air. Kebutuhan air tetap harus terpenuhi tanpa informasi yang jelas.

Euis Tresna Ekayanti, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Pelanggan, menjelaskan langkah ini bertujuan untuk merespons keluhan masyarakat cepat. Ia menekankan bahwa berbagai masalah seperti keterbatasan air, kerusakan infrastruktur, atau suplei yang tidak diinformasikan dapat dilaporkan lebih mudah. Dengan sistem ini, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu melaporkan masalah yang berdampak pada kualitas air bersih.

“Keluhan terkait distribusi air yang tidak lancar, kebocoran pipa, sampai suplei yang tidak terdaftar harus bisa diraporter dengan cepat,” kata Euis Tresna Ekayanti dalam pukulan Jumat (27/02/2026). Layanan ini dirancang untuk memadatkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, menjadikan setiap laporan bisa segera dijalankan.

Dari sekarang, masyarakat Banjar dapat mengirimkan pengaduan ke nomor 08221760800 untuk wilayah utama, 085220563489 di Langensari, dan 088709691436 di Banjar Barat (Situbatu). Layanan juga mencakup panggilan telepon dan WhatsApp. Dokumentasi seperti foto atau video juga dapat dikirim untuk memperkuat informasi. Petugas teknis akan segera ke lokasi dengan alat pendukung untuk memecahkan masalah.

Pemilihan layanan digital dimulakan untuk mempercepat proses penanganan. Sebelumnya, masyarakat hanya bergantung pada laporan biasa yang sering terhambat. Teknoweb seperti TikTok, Instagram, dan Facebook Perumdam juga aktif mengeksposikan layanan ini. Kampanye ini dirancang untuk memanfaatkan kesadaran masyarakat muda yang aktif di platform digital.

Layanan ini dianggap efektif meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan informasi yang lebih transparan dan jalur pengaduan yang lebih praktis, ketidakpastian masyarakat akan berkurang. Perumdam juga berharap ini menjadi contoh untuk daerah lain dalam meningkatkan layanan publik melalui teknologi.

Dengan sistem inovatif ini, masyarakat bisa langsung melibatkan diri dalam pemeliharaan kualitas air bersih. Teknologi menjadi jembatan yang cepat dan mudah untuk menghubungkan keluhan masyarakat dengan penyelesaian. Ini bukan hanya solusi teknis, tetapi juga langkah sosial untuk menjaga hak akses air bersih yang bersih dan terjangkau.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan