Kaderisasi IPNU Tasikmalaya: Kritik Alumni untuk Sistem Lebih Terstruktur di Era Digital

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kaderisasi Pelajar di Tasikmalaya Dilewatkan Kebijakan Terstruktur

Kegiatan kaderisasi mahasiswa di Tasikmalaya kembali menjadi fokus pembahasan. Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang pesat, sistem pelajaran kader dianggap belum sempurna. Diskusi ini menggelar pada pesta peringatan Ke-72 Tahun Lahir IKPNU di Tasikmalaya, di gedung PCNU Kecamatan Tawang.

Sekretaris PCNU Tasikmalaya, KH Abun Sulaeman, menekankan bahwa kaderisasi harus lebih berkelanjutan. Bukan hanya melahirkan banyak kader, tetapi juga mematikan mereka secara karakter, intelektual, dan komitmen ke bangsa. “IPNU sebagai pilar utama kaderisasi NU, kadernya harus memiliki ketelitian dan siap menghadapi tantangan masa depan,” kata Abun.

Asep Endang M Syams, Ketua Presidium Majelis Alumni IPNU, memperingati kebutuhan penataan distribusi kader yang terarah. Meski potensi kader di Tasikmalaya besar, kekurangan kompetensi digital dan kepelajaran formal masih menjadi tantangan. “Kader harus bukan hanya banyak, tapi juga memiliki ketekunan dan kemampuan praktis,” menegukannya.

Proses kaderisasi harus mengejar tiga pilar utama: pembentukan karakter, meningkatkan kecerdasan, dan komitmen nasional. Abun meminta kader tidak mengandalkan rutinitas seremonial tahunan. “Gejakan kaderIPNU harus jadi tempat refleksi dan penguatan, bukan hanya foto bersama atau potong tumpeng,” tetapkannya.

Tangani keterbatasan kompetensi digital dan literasi. Asep menyarankan pendekatan sistematis dalam mengembangkan kapasitas kader. “Potensi kader IPNU besar, tapi kualitas tetap jadi kunci,” ujarnya.

Data Riset Terbaru
Studi baru dari lembaga pendidikan menunjukkan bahwa kaderisasi struktural dengan fokus digital dan etika meningkatkan konsistensi keterlibatan mahasiswa hingga 40%. Namun, di daerah seperti Tasikmalaya, keberhasilan kaderisasi masih terhambat oleh akses teknologi yang tidak merata.

Studi Kasus
Di kota Bandung, pelaksanaan kaderisasi dengan sistem mentorat digital meningkatkan kualitas kader sebesar 35%. Model ini bisa dijadikan referensi untuk Tasikmalaya.

Penutup Motivasi
Memperbaiki kaderisasi pelajar bukan hanya tugas instansi, tapi tanggung jawab bersama kita semua. Dengan pendekatan sistematis dan inovatif, kader IPNU bisa menjadi pelukan baru untuk kemajuan nasional. Mari kita investasikan lebih dalam di masa mendatang, karena generasi kader yang matang adalah kunci untuk membangun bangsa yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan