Adu Visi Bakal Calon Rektor Unsil di Kota Tasikmalaya, Senat Siapkan Saringan Musyawarah-Voting

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Sidang Terbuka Senat Unsil menjadi tempat diskusi untuk bakal rektor periode 2026–2030, Selasa (24/2/2026) siang, di Gedung Rektorat Kampus II. Delapan calon terdaftar awal, namun satu mengundurkan diri. Tujuh kandidat mengejar visi yang sama: Unsil harus menjadi universitas terkemuka, berdampak, dan tidak lupa memperkuat identitas Siliwangi.

Daftar calon terlama sesuai urutan:

  1. Dr. Ade Rustiana, Drs., M.Si.
  2. Dr. Iman Hilman, M.Pd.
  3. Dr. Nana, M.Pd.
  4. tidak ikut karena mengundurkan diri.
  5. Dr. Acep Zoni Saeful Mubarok, M.Ag.
  6. Dr. Ai Sri Kosnayani, S.Pd., M.Si.
  7. Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes.
  8. Prof. Dr. Eng.Ir. Aripin, IPU., Asean Eng.

Rektor Unsil sebelumnya, Nundang Busaeri, mengklaim kampus sudah dalam fase kemajuan signifikan setelah meraih akreditasi unggul. Ia menekankan Triple Dharma sebagai pondasi untuk keberhasilan masa depan. “Ini bukan akhir, tapi tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mempercepat internasionalisasi dan inovasi,” ujarnya.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi contoh sukses dengan 10 dari 11 prodi terakreditasi unggul. Unsil juga mencatatkan peningkatan transparansi informasi publik dan karya ilmiah. Bakal rektor meminta peserta menyampaikan visi yang berkelanjutan, bukan sekadar slogan.

Ketua Senat, Deden Mulyana, menjelaskan proses pengambilan calon rektor melalui penilaian visi-misi, sidang tertutup, hingga pemungutan suara (35 suara senat) jika tidak mencapai persetujuan. Tidak ada intervensi dari kementerian; timnya hanya hadir sebagai pengawas. “Kami punya pendapat internasional, tapi itu internal,” ujarnya.

Candidat-candidat menyajikan visi berbeda. Ade Rustiana mengulang pesan Unsil unggul dengan fokus pada kepemimpinan kuat, pendidikan berkualitas, riset berdampak, hingga kampus sebagai laboratorium budaya.

Pilihan rektor Unsil akan mengentukan arah transformasi universitas. Prosesnya harus memprioritaskan visi yang berkelanjutan, sesuai harapan masyarakat dan peserta akademik. Hasilnya diharapkan mendukung keunggulan Unsil dalam skala nasional dan internasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan