Jakarta – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI A Iman Sukri mengkritik rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mengimpor 105.000 unit mobil pickup dari India. Perlu diketahui, penawaran impor ini melanggar kebanggaan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan kemandirian produksi kendaraan dalam tiga tahun mendatang.
Presiden Prabowo benar-benar terdedah menggunakan kendaraan berasal Indonesia, termasuk oleh menteri dan pejabat pemerintah. Kebanggaan ini dimanfaatkan untuk membangun rasa percaya diri masyarakat, bahwa industri otomotif negeri mampu menghasilkan produk berkualitas. Namun, Iman meramalkan masih ada kementerian yang memadukan impor kendaraan, meskipun ini bertentangan dengan komitmen presiden.
Para pemproduksi otomotif dalam negeri memadukan kapasitas yang menguntungkan. Melalui anggaran pemerintah, lahan, dan teknologi, industri otomotif diharapkan mampu memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor. Iman menegaskan bahwa kendaraan niaga ringan seperti pickup merupakan unggulan dalam negeri, bukan hanya untuk keperluan dalam negeri, melainkan juga untuk pasar luar negeri.
Peningkatan produksi lokal juga dipertimbangkan dengan kondisi ekonomi global yang tidak stabil. Daya beli masyarakat berkurang, dan anggaran negara harus dioptimalkan. BUMN seperti Agrinas Pangan diperingatkan untuk bijak menggunakan dana rakyat, agar tidak hanya memungkinkan kelompok tertentu. Kebijakan impor kendaraan perlu ditolak karena tidak hanya tidak berkesan, tetapi juga bertentangan dengan UU Perindustrian No 3 tahun 2014.
Data produk otomotif dalam negeri menunjukkan kapasitas produksi yang sangat besar, mencapai 2,5 juta kendaraan termasuk pickup. Meskipun begitu, impor berlangsung. Iman berharap Agrinas Pangan mempertimbangkan dampak ekonomi, terutama jika impor tidak mampu mendorong multiplier effects bagi ekonomi Indonesia.
Fasilitas industri otomotif diindonesiasa tetap kuat, meskipun belum dipenuhi sepenuhnya. Iman menyoroti bahwa impor kendaraan niaga, terutama pickup, tidak masuk akal. Sebab, negara memiliki potensi dan teknologi untuk mengproduksinya sendiri. Keputusan impor itu harus dipertimbangkan dengan telat, karena bisa mengganggu kesejahteraan ekonomi nasional.
Industri otomotif dalam negeri harus diperkuat, bukan digantikan oleh impor. Dengan investasi yang benar, teknologi yang sesuai, dan kebijakan yang mendukung, Indonesia bisa menjadi pusat produksi kendaraan berkualitas. Ini bukan hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga untuk meningkatkan kompetensi internasional.
Mengimpor kendaraan dari luar negeri saat ini masih menjadi pilihan yang tidak optimal. Fokus harus pada pengembangan kapasitas lokal, meningkatkan efisiensi produksi, dan menarik investasi untuk mendukung jaringan industri. Dengan demikian, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan kendaraan tanpa merugikan ekonomi negara.
Kendaraan pickup yang diimpor oleh Agrinas Pangan mungkin memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih. Namun, ini bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat industri otomotif. Jika tidak ada alternatif lokal, impor bisa menjadi solusi darurat. Namun, dalam jangka panjang, kemandirian produksi otomotif dalam negeri harus menjadi prioritas utama.
Presiden Prabowo telah menyiapkan infrastruktur dan anggaran untuk mendorong industri otomotif. Iman berharap pemerintah dan perusahaan seperti Agrinas Pangan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Produksi kendaraan lokal tidak hanya mengurangi import, tetapi juga membangun dampak positif bagi perekonomian.
Jika Indonesia ingin menjadi negara maju, pengembangan industri otomotif dalam negeri harus terus diterapkan. Impor kendaraan bukanlah solusi jangka panjang. Fokus pada produksi lokal akan memberikan manfaat yang lebih besar, termasuk pemanfaatan uang rakyat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Setiap kendaraan yang diproduksi secara lokal adalah langkah maju untuk bangsa. Iman berharap Pemerintah dan perusahaan seperti Agrinas Pangan akan memahami dampak jangka panjang impor kendaraan. Dengan mendukung industri otomotif dalam negeri, Indonesia bisa mencapai tujuan kemandirian produksi yang diinginkan Presiden.
Kementerian dan badan legislasi harus berkinerja sama untuk memastikan kebijakan impor kendaraan tidak berlak. Kebijakan yang konsisten dengan UU Perindustrian akan membantu Indonesia membangun industri otomotif yang kuat. Ini menjadi investasi besar untuk masa depan bangsa.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.