Polri Tindakan Tegas terhadap Penganiaya Siswa di Maluku

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Kejahatan kekerasan yang menewaskan satu remaja di Tual, Maluku, telah menjadi fokus penanganan Polri. Instansi ini mengakui dugaan keberadaan oknum Brimob, Bripda MS, yang ?:ikmakan seseorang hingga meninggal. Polri menjanjikan akan mengambil langkah ketat untuk mengungkap dan melindungi masyarakat dari ancaman sejenis.

Johnny Eddizon Isir, Kepolisian Irjen, menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan dengan transparan dan bertanggung jawab. “Kami tidak akan melupakan ketentuan hukum dan etika,” katanya. Perbuatan tersebut dianggap melanggar nilai-nilai tribrata. Polri juga menyampaikan maaf kepada keluarga korban dan meminta dukungan dari masyarakat.

Kasus ini terjadi di sekitar kampus Uningrat, Tual. Pelaku diduga merupakan anggota kompi 1 batalion pelopor Brimob. Kombes Rositah Umasugi, Kepolisian Maluku, menyatakan bahwa pelaku adalah oknum Bripda MS. “Kami akan menyelidiki dengan penuh profesionalisme,” tegasnya.

Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, menekankan bahwa polri tidak akan toleransi terhadap pelanggaran hukum. Proses pemberontakan dan kode etik sedang berjalan. Jika terbukti bersalah, sanksi akan diimpos dengan jelas. “Kita tidak akan menyelenggarakan kehadiran nasabah terhadap tindakan ilegal,” ujarnya.

Polri juga terlibat dalam mendukung keluarga korban. “Kami mendoakan kekuatan bagi mereka,” kata Johnny Isir. Ada juga dukungan dari mantan Kapolda Papua Barat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan harus dijaga dengan dokumentasi lengkap. Polri meminta masyarakat untuk melaporkan aktivitas anomala. “Semua orang memiliki peran dalam mencegah kejahatan,” tegas Kombes Rositah.

Sebagai penutup, krisis ini meminta refleksi terhadap tata kelola keamanan. Polri terus berkomitmen melindungi masyarakat dari ancaman ekstremis, sambil mengajukan solusi yang lebihSolid untuk mencegah kekacauan sejenis di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan