MUI Bongkar Panggilan Warga Tahan Diri dan Tak Emosi Soal Protes Tadarusan di NTB

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Terjadi viral video seorang wanita warga negara asing (WNA) yang mengamuk di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, karena terganggu suara tadarusan pada malam pertama Ramadan. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan meminta semua pihak untuk menahan emosi dan menjaga kesabaran, terutama di bulan puasa.

Amirsyah menekankan bahwa suara yang indah dan syahdu harus menyelenggarakan atmosphere Ramadan yang penuh rahmat. Ia mengingatkan masyarakat untuk membangun hubungan harmonis dengan warga asing yang berkunjung, serta memahami adat lokal. “Toleranasi adalah kunci dalam interaksi antar kelompok,” kata dia.

Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, mengongkas bahwa WNA tersebut terganggu oleh suara speaker selama tadarus. Perempuan itu kemudian menghentikan aktivitas dan merusak mikrofon. “Dia merasa terganggu dan langsung merusak alat pengajian”, ujar Husni.

Pemerintah dan komunitas lokal juga meminta warga untuk tetap menghormati aturan Ramadan. Sebagai saran, masyarakat bisa memanfaatkan teknologi untuk mengantisipasi ketidakmanfaatan ruang suara.

Ramadan adalah masa untuk membangun keikhlasan dan kesabaran. Di tengah peristiwa ini, setiap orang berwenang untuk menjaga keseimbangan antara tradisi lokal dan kesadaran global. Keberagaman tidak harus menjadi sumber konflik, tapi ajang untuk memperluas pemahaman.

Semua pihak, baik warga asing maupun lokal, harus bersikap sopan dan menghormati aturan setempat. Dengan semangat saling menghargai, Ramadan bisa menjadi waktu yang penuh kebaikan dan persahabatan. Jangan sampai keraguan atau ketidakpasan takut mengganggu kehadiran warga asing.

Ini adalah pengingat bahwa harmoni tidak hanya diwujud dengan kata-kata, tapi juga dengan tindakan. Semua orang berwenang untuk menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan