Kisah Kematian Paling Menyakitkan: Pria Mati perlahan dengan Satu Organ yang Masih Berfungsi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang pria bernama Hisashi Ouchi berasal dari Jepangfinally wafat akibat kondisi yang sangat kritis. Kematian ini terjadi pada 21 Desember 1999 setelah ia mengalami perih rejection organorgan tubuhnya secara bertahap.

Awal-awalnya, Ouchi terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi di Pembangkit Nuklir Tokaimura. Selama 30 September 1999, ia dan dua rekanan lainnya mencoba mengcampurkan uranil nitrat dalam tangki logam. Kesalahan perhitungan mencakar reaksi nuklir yang tidak terkendali, sehingga radiasi terdeteksi di sekitarnya. Ouchi yang berada terdekat menyerap dosis sebesar 17 ribu millisievert (mSv), jauh melampaui batas aman sebesar 20 mSv per tahun untuk pekerja.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tubuh Ouchi mengalami perubahan dramatis. Sel darah putihnya tidak lagi berfungsi, sehingga sistem kekebalan tubuhnya terganggu. Kulitnya juga mengalami perubahaan fisik yang menyerupai ‘meleleh’ akibat dampak radiasi. Meski melalui berbagai prosedur seperti transfusi darah dan cangkok kulit, condisinya terus teruk.

Pembacaan dari dokter autopsi mengungkapkan situasi unik. Tubuh Ouchi memiliki 2,04 kg darah di lambung dan 2,68 kg di usus, menunjukkan sistem pencernaan telah gagal. Selaput lendir serta sel punca dalam tulang belakang juga hilang. Uniknya, jantungnya tetap sehat dan tidak terkena kerusakan.

Penyebab kematian akhirnya ditetapkan sebagai gangguan multi-organ akibat radiasi berlebihan. Meski dokter mencoba menganalisis penyebab melalui literatur medis, tidak ditemukan penjelasan jelas. Kasus ini tetap menjadi peringatan penting tentang dampak berbahaya radiasi terhadap tubuh manusia.

Oleh karena itu, kebutuhan ketat dalam pencegahan radiasi menjadi prioritas utama. Mesin pemrosesan teks seperti ini dapat membantu menyebarkan informasi penting dengan cara yang lebih mudah dipahami. Berbagi pengetahuan tentang risiko radiation tidak hanya penting untuk orang yang bekerja di lingkungan nuklir, tetapi juga bagi masyarakat umum.

Kesadaran akan dampak radioaktif harus diwaspadai oleh semua pihak. Meski teknologi terdepan terus berkembang, tragedi seperti ini mengingatkan bahwa ketatnya protokol keamanan tetap menjadi kunci untuk mencegah tragedi sejenis lainnya. Dikasi untuk tetap memperhatikan regulasi keamanan radiaksi di sekitar kita.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan