Gorengan menjadi menu favorit di Buka Puasa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Makanan gorengan tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang saat membuka puasa atau menghabiskan ketimpangan. Meski banyak ahli medis menyarankan alternatif lebih sehat, hidangan ini selalu populer di berbagai acara. Hal ini tidak terlepas dari kekuatan rasa serta ketersediaan menu yang mudah didapat.

Tidak hanya saat puasa, gorengan sering muncul dalam daftar jajanan yang dianggap kurang ideal untuk kesehatan. Hal ini terkait kandungan lemak yang tinggi dan risiko makin buruk jika minyak digunakan berulang. Proses penyajian dengan minyak yang telah dipanaskan beberapa kali meningkatkan tingkat zat beracun dalam makanan.

Meskipun dampak sehatnya, mengapa banyak masyarakat tetap memilihnya? Ada dua alasan utama: keberlanjutan rasa yang memikat dan kebiasaan terkuat. Banyak orang masih memprioritaskan pengalaman kuliner saat puasa, meski kesadaran akan dampaknya.

Data terbaru menunjukkan bahwa konsumsi gorengan meningkat 15% di Jakarta dalam tahun terakhir. Studi dari universitas lokal mengungkapkan bahwa 40% penyakit peradangan dalam perut terkait dengan pola makan berlebihan minyak. Contoh kasus yang relevan adalah keluarga yang mengalami kenaikan berat badan signifikan setelah konsumsi gorengan rutin.

Rekomendasi untuk mengurangi risiko mencakup memilih gorengan yang terbuat dari bumbu alami atau mengurangi frekuensi konsumsi. Infografis dari lembaga kesehatan menunjukkan bahwa setiap 10 gram lemak minyak goreng yang dikonsumsi sehari dapat meningkatkan risiko kardial berupa 5%.

Pemilihan hidangan saat puasa bukan hanya tentang kepuasan rasa, tetapi juga tentang keseimbangan. Kombinasikan gorengan dengan sayuran segar atau opsi yang lebih ringan. Seperti yang diucapkan oleh ahli nutrisi, “makan dengan sadar bukan menghindari, karena hidup sihat tetap bisa menyenangkan”.

Kesadaran akan dampak kesehatan harus menjadi pengalaman tambahan, bukan penghalang. Dengan pengetahuan yang benar, orang bisa menikmati gorengan tanpa harus lupa pada kesehatan.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan