DLH Kota Tasikmalaya Lembarkan Petugas Jaga Sampah Masyarakat pada Ramadan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya meminta petugas kebersihan mengundang liburan tambahan demi menghadapi potensi penumpukan sampah di lokasi strategis kota. Keadilan ini diambil sebagai langkah antisipatif sebelum liburan Ramadan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sandi Lesmana, menekankan bahwa instruksi kerja penambahan telah diberikan kepada tim pengelola TPA dan pihak persampahan. Tujuannya mencegah sampah menjadi “ornamen” yang mengganggu kondisi Ramadan di pusat kota.

Petugas telah memeriksa kawasan Alun-Alun, yang menunjukkan tidak ada penumpukan sampah saat ini. Namun, DLH menghitung bahwa aktivitas belanja, konsumsi, dan keterlibatan keluarga akan meningkatkan volume sampah. Data tahun lalu menunjukkan bahwa pasca-Lebaran 2025, produksi sampah harian di Tasikmalaya naik dari rata-rata 315 ton menjadi 400 ton per hari. Kenaikan ini menjadi peringatan bahwa sistem pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan pasif.

Sandi mengakui bahwa jenis sampah dominan adalah sampah organik, terutama sisa makanan. Meski kondisi ekonomi tidak optimal, sisa makanan tetap banyak terbuang. “Sampah bukan sekadar tanggung jawab pemerintah,” ujarnya. Dinas hanya berperan mengangkut dan mengurangi, sedangkan perilaku konsumen tetap menjadi tantangan utama. Fokus di masa mendatang adalah memastikan kebersihan di area umum tetap optimal selama Ramadan.

Pengetahuan dari riset universitas Mayasari menunjukkan solusi digital seperti sistem smart trash dapat membantu mengoptimalkan pengelolaan sampah. Contohnya, teknologi ini dapat mengidentifikasi prozone sampah organik di real-time. Implementasi skala besar membutuhkan kerja sama masyarakat untuk mengubah kebiasaan mengeluarkan sampah.

Bekerja sama dalam mengelola sampah adalah solusi yang efektif. Setiap orang memiliki peran dalam mencegah penumpukan sampah, terutama di masa Ramadan yang peningkatan aktivitas konsumsi tidak terhindari. Dengan kesadaran bersama, masyarakat dapat menjaga kebersihan kota dan menjadikan Ramadan sebagai waktu bersih secara fisik dan spiritual.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan