Di Tasikmalaya, Radartasik.ID—Kebisingan terkait asumsi aliran air dari IPAL TPA Ciangir kembali mengganggu ketenangan masyarakat. Lanturan air yang terlihat mengarah ke Sungai Cipajaran mengingatkan krisis sebelumnya pada 2024, saat sungai berubah warna dan menyebarkan aroma aneh.
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Lingkungan Hidup menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak lindi, melainkan hasil limpasan air hujan yang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sandi Lesmana, menjelaskan bahwa proses ini terkendali dan belum merusak lingkungan. “Sekarang musim hujan, run-off air dari pegunungan pasti berlimpah. Tidak mungkin itu lindi. Ada sedikit, tapi masih terkendali. Alhamdulillah tidak ada dampak berarti,” kata Sandi Kamis (19/2/2026).
Sandi mengungkapkan tim pemerintah sudah menyelenggarakan pengawasan langsung di lokasi bersama Kepala UPTD TPA Ciangir, Yanri Kurniawan, serta aparat daerah. Ia juga menekankan bahwa air yang keluar dari area kanopi IPAL terlihat bersih.
Namun, Sandi mengakui sistem IPAL masih mengalami ketentuan. Beberapa perangkat seperti drainstick dan pasokan listrik belum sepenuhnya terpasang, sehingga proses pengolahan air tidak maksimal. “Kita terkendala pemasangan drainstick dan listrik. Mudah-mudahan akhir bulan ini optimal. Kalau listrik sudah masuk, pengolahan bisa jalan sesuai fungsi,” tegasnya.
Kolam IPAL, yang merupakan fasilitas lama, perlu dikurasi dan ditreatment ulang. Proses menjernihkan air memerlukan waktu dan bahan kimia yang tepat, apakah debit air terus masuk. Sandi mengakui krisis 2024, di mana sungai berbau dan hitam, telah menjadi risiko yang mungkin terjadi kembali jika sistem tidak diperbaiki.
Kekhawatiran masyarakat semakin kuat sejak Selasa (17/2/2026). Warga mengaku masih melihat air mengalir dari area IPAL menuju Sungai Cipajaran. “Kami takut kejadian 2024 terulang. Dulu airnya hitam dan baunya kuat. Sekarang meskipun tidak terpisah, alirannya masih masuk ke sungai,” ujar seorang warga.
Sistem IPAL memerlukan perbaikan umpan balik sepenuhnya. Pasokan listrik yang menjadi botol masih menjadi tantangan utama. Meskipun pemerintah berusaha mempercepat proses, kebutuhan untuk memperbaiki infrauktur dan konsistensi pengolahan air masih menjadi prioritas.
Bangunlah kesadaran masyarakat tentang manajemen air limbah. Krisis seperti ini sering berulang karena ketidaktahuan terhadap fungsi sistem seperti IPAL. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan ahli lingkungan menjadi kunci untuk mencegah terjadinya penyebaran pencemaran di masa mendatang.
Kebijakan penanganan air limbah harus fokus pada solusi jangka panjang. Memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan partisipasi warga dalam pengawasan lingkungan dapat mengurangi risiko kejadian serupa. Semua pihak perlu bersaing untuk menjaga kualitas air sebagai sumber hidup yang bersih.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.