Trump Menerima Terima Kasih RI atas Pengiriman Pasukan ke Gaza, Puji Kepemimpinan Prabowo

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengekspresikan terima kasih kepada Indonesia saat rapat perdamaian Board of Peace. Ia menghormati keberhasilan Indonesia dalam menyediakan pasukan untuk menjaga ketertiban. “Negara-negara yang menghadiri sini tidak hanya menyumbangkan dana, beberapa juga menjanjikan tenaga manusia untuk menjaga kestabilan,” kata Trump saat pidato di rapat perdamaian.

Trump juga menyoroti Indonesia sebagai negara yang memiliki kontribusi signifikan. “Khususnya Indonesia, terima kasih banyak karena kehadirannya,” ujarnya. Selain itu, Trump mengakui ketangguhan dan kecerdasan Presiden Prabowo Subianto. “Lihatlah betapa tangguh dan cerdas dia, tidak mudah berurusan,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia berencana mengirim 5.000 hingga 8.000 personel TNI ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Kementerian Luar Negeri menjelaskan tugasnya terbatas pada misi non-agresif, fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan humanitari, dan pelatihan polisi lokal. “Kami tidak akan terlibat dalam konflik langsung,” tegas Kemlu.

Indonesia dianggap negara pertama yang akan berkontribusi dalam ISF sesuai rencana Trump. Operasinya tidak melibatkan serangan atau demiliterisasi, melainkan mendukung kestabilan melalui kerjasama.

Data tambahan menunjukkan bahwa misi non-kinerja sering lebih efektif dalam mengurangi kekerasan dibanding operasi militer agresif. Studi dari Organisasi Pendorong Kemanusiaan menunjukkan bahwa kerjasama seperti ini meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mempercepat pemulihan.

Contoh sukses adalah misi Indonesia di Timor-Leste, di mana kontribusi militer non-agresif membantu kestabilan politik. Model serupa bisa diterapkan di Gaza dengan fokus pada perlindungan warga.

Indonesia menunjukkan ketangguhan dan keteladanan dalam menghadapi tantangan global. Kontribusinya tidak hanya mendukung perdamaian, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemimpin di Asia Tenggara. Semakin banyak negara yang akan mengikuti contoh ini, semakin besar alihi dampak positif bagi dunia.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan