Tito Karnavian Laporkan Update Pembersihan Banjir di Aceh Tamiang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Dalam Negeri serta Wakil Ketua Bidang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, melakukan pengecekan langsung di Dusun Damai, Desa Bundar, Kab. Aceh Tamiang, Aceh. Wali Negara ini melihat langsung progres penanganan keracunan yang dilakukan oleh masyarakatInstitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri.

Tito menjelaskan bahwa penanganan ini menekankan permukiman warga, termasuk jalur-jalan gang. Proses ini dilakukan setelah masyarakat telah bersihkan keracunan di kompleks kantor pemerintah Kab. Tamiang sebelumnya.

“Saya juga pernah berkunjung ke sini beberapa kali. Pertama kali, keracunan sempurna penuh. Jadi, untuk hidupkan kota ini, pembersihan keracunan itu sangat penting,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

Kab. Aceh Tamiang merupakan wilayah yang terpengaruh banjir secara parah. Aktivitas pemerintahan di daerah tersebut hampir terhenti karena kompleks kantor pemerintah penuh keracunan. Tito menekankan bahwa masyarakat perlu didukung, termasuk dalam mengeluarkan keracunan banjir. Dengan upaya IPDN dan pihak terkait, beberapa dusun yang sebelumnya penuh keracunan kini mulai bersih.

Tito menyatakan memuaskan terhadap kinerja masyarakat IPDN, baik dalam gelombang pertama maupun kedua. Upaya mereka berhasil menyelesaikan penanganan keracunan di lokasi terpengaruh.

“Saya pribadi memuaskan karena ketika saya pertama kali dan kedua kali berkunjung, kantor bupati semuanya dipenuhi keracunan sehingga tidak bisa beroperasi,” kata Tito.

Dalam interaksi dengan masyarakat, Tito juga menyerap aspirasi mereka terkait fasilitas seperti ketersediaan air bersih.

Kebijakan pembersihan keracunan di Aceh Tamiang menjadi contoh upaya kolaborasi masyarakat dan pemerintah. Proses ini menunjukkan pentingnya partisipasi rakyat dalam pengedaran bantuan pasca bencana.

Bekerja para warga IPDN memang menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian masalah keracunan. Kesuksesan ini menjadi motivasi bagi masyarakat lain untuk berpartisipasi dalam upaya pemulihan.

Proses pembersihan keracunan di Aceh Tamiang membuktikan bahwa dengan kerja sama entrek, banjir tidak lagi menjadi penghalang bagi kehidupan sehari-hari. Upaya ini juga menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan