Stok Ikan Aman Saat Ramadan, Harga yang Naik

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin ketersediaan ikan tetap stabil selama perayaan Ramadan. Direktur Kepelabuhan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Ady Candra, mengungkapkan bahwa produksi perikanan tangkap hingga Maret 2026 mencapai 7,3 juta ton. Angka ini menyesuaikan kekurangan akibat musiman kali ini, yaitu musim barat yang disertai hujan yang berlebihan dan gelombang laut yang mengganggu aktivitas penangkapan.

Meskipun terjadi penurunan sementara, Ady berharap ketimpangan ini akan sebalik pun. “Pola produksi ini terjadi setiap tahun, sehingga di awal Maret nanti akan kembali meningkat, terutama di Pantura yang biasanya menjadi pusat pengalaman kapal-kapal,” katanya di conference pers KKP Jakarta Pusat.

Di sisi harga, sebagian besar komoditas ikan tangkap tetap stabil. Cakalang mengalami kenaikan di Sulawesi, sementara cumi hanya kencang di Jakarta dan Jawa Tengah. Kakap dominan tetap diam dengan peningkatan lokal di Jawa Timur dan Jakarta. Tongkol juga kencang di wilayah Sulawesi Tengah, Tenggara, dan Utara, sementara tuna tetap stabil meski kencang di Sulawesi Utara.

Di sektor perikanan budi daya, KKP berusaha menjamin pasokan ikan untuk kebutuhan Ramadan hingga Lebaran. Dirjen Perikanan Budidaya, TB Haeru Rahayu, menyatakan bahwa proyeksi produksi dari Januari hingga Maret 2026 optimis. Ikan kerapu naik 11,32%, kakap dan lobster sempat 12,27%, udang 3,63%, dan bandeng 0,84%. Hal ini mengindikasikan keseragaman pertumbuhan.

Namun, produksi ikan mas turun 4,11% dikarenakan curah hujan tinggi di wilayah pusat seperti Karawang tahun lalu. Haeru menjelaskan, ikan mas lebih tahan pada kondisi cuaca ekstrem dibandingkan jenis lain. Secara rata-rata, peningkatan produksi budi daya mencapai 19,09%. Dari sisi harga, kenaikan hanya 0,25–1,39%, sehingga risiko inflasi tidak berlebihan.

Kekuatan pelestarian ikan dan kestabilan pasok menjadi fondasi penting menjaga kebutuhan masyarakat dalam musim beragama. Pengelolaan sumber daya laut dengan strategis dan peningkatan teknologi pertanian budi daya dapat menjadi solusi jangka panjang. Flexibilitas pasar dan dukungan pemerintah juga diperlukan untuk menghadapi fluktuasi musiman. Dengan pendekatan ini, indonesian dapat tetap merasakan keberagaman ikan sebagai ceria kuliner dan sumber nutrisi, sambil menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan