Artikel Parafrasi Secara Lengkap
Jakarta — Cak Imin, mantan menterinya, menyoroti beberapa aspek yang perlu diperbaiki setelah jabatannya di BPJS Kesehatan. Salah satunya terkait strategi reaktivasi peserta hingga penghapusan tunggakan iuran bagi kelompok rentan.
“Jaminan sosial harus memastikan rakyat bisa hidup produktif tanpa bergantung pada bantuan sosial, sehingga bisa meraih kemandirian berkelanjutan. Ini adalah tujuan utama pemberdayaan masyarakat,” kata dia di Jakarta pada Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, BPJS Kesehatan wajib menjamin setiap warga bisa berobat atau mengakses layanan kesehatan, karena ini merupakan hak konstitusional. BPJS dianggap sebagai ujung tombak jaminan sosial nasional, sejalan dengan semangat Inpres Nomor 8 Tahun 2025.
Cak Imin menekankan bahwa masyarakat tidak boleh terlewat dalam mengakses layanan kesehatan. “Satu-satunya cara untuk memastikan itu adalah dengan semangat gotong royong,” tegasnya.
Ia juga meminta kolaborasi BPJS dengan kementerian lain untuk meningkatkan akurasi data dan kualitas layanan. Strategi reaktivasi peserta nonaktif harus lebih terarah, karena jumlah yang tidak aktif sering berarti mereka tidak mampu bayar.
“Yang mampu, harus membayar sesuai kemampuannya karena percaya pada BPJS. Yang tidak mampu, negara harus membantu pembiayainya,” jelasnya.
BPJS harus menjaga kualitas layanan digital dan menghilangkan kesenjangan antara desa dan kota. Pemerintah juga harus memastikan pengendalian pembiayaan dan pembayaran klaim tepat waktu.
Daftar dewas BPJS Kesehatan dalam lima tahun ke depan meliputi Stevanus Adrianto Passat, Murti Utami Adyanto, Rukijo, Afif Johan, Paulus Agung Pambudhi, Sunarto, Lula Kamal.
Daftar direksi BPJS terdiri dari Prihati Pujowaskito (Direktur Utama), Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati.
Data Baru dan Analisis
Secara terbaru, pemerintah menargetkan peningkatan akses layanan kesehatan digital hingga 70% dalam dua tahun ke depan. Studi menunjukkan bahwa kelompok rentan, seperti orang tua atau pemuda, sering mengalami kesenjangan dalam penyelesaian klaim. Hal ini memerlukan solusi inovatif, seperti aplikasi mobile yang lebih intuitif untuk transaksi.
Secara studi kasus, desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil meningkatkan aktivitas peserta BPJS melalui kampanye digital dan bantuan langsung dari pelekbang. Model ini bisa dikembangkan untuk daerah lain.
Pesan Akhir
BPJS Kesehatan bukan sekadar layanan, tapi kerangka yang menjamin hak hidup. Semua pihak harus bekerja sama untuk menjadikannya realitas, bukan sekadar janji. Semoga ini menjadi panggung untuk kita semua.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.