Saat Angkut BBM Satu Harga, Pesawat Jatuh dan Armada Pengganti Disiapkan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Peristiwa Pesawat Kargo di Kalimantan Utara
Jakarta – Pertamina Patra Niaga mengungkapkan rasa hormat mendalam atas insiden pesawat kargo yang terjadi di daerah Pa’bettung, Kecamatan Krayan Timur, Provinsi Nunukan. Para pelayanan energi mengucapkan harapan terbaik kepada pihak berwenang agar pengawasan dan penanganan proses dapat berjalan lancar, serta para pihak terlibat diberikan dukungan penuh.

Informasi terkini menunjukkan pesawat jenis Air Tractor AT-802 sedang melaksanakan misi pengangkutan BBM Satu Harga untuk mendukung distribusi ke wilayah pesisir. Pesawat ini telah menyelesaikan tugas di Long Bawan dan sedang berujung menuju Bandara Juwata Tarakan.

Roberth MV. Dumatubun, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, mengungkapkan perusahaan terus melakukan koordinasi emangat dengan pihak penerbangan, partner, dan tim lapangan untuk memantau distribusi BBM. “Kami menyiapkan armada pengganti yang sudah terjamin dari operator penerbangan, sehingga kestabilan pasokan BBM di wilayah Krayan dan sekitarnya tetap terjaga,” kata Dumatubun dalam keterangan tertulis Kamis (19/2/2026).

Pertamina Patra Niaga juga siap menyiapkan rencana alternatif distribusi BBM sebagai strategi penanganan jika terjadi gangguan. “Kondisi stok BBM di wilayah tersebut tetap aman, dan penjualan berjalan tanpa gangguan,” ujar Dumatubun.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi pusat pelayanan Pertamina via 135, email pcc135@pertamina.com, atau media sosial @pertamina135.

Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen menjaga ketersediaan BBM Satu Harga, terutama di wilayah pesisir. Penggunaan armada khusus pesawat untuk mendistribusi energi menjadi langkah dalam mewujudkan kebijakan Asta Cita Presiden RI untuk mendukung kedaulatan energi nasional.

Pertanian Energi dengan Inovasi
Bagi masyarakat yang mengandalkan distribusi BBM, penting menyadari kebutuhan energi yang stabil. Pertamina terus memperbarui sistem logistik dengan teknologi modern, termasuk penggunaan pesawat untuk area terpencil. Penelitian terkini menunjukkan bahwa pengangkutan energi dengan pesawat dapat efisien hingga 30% lebih cepat dibanding metode land-based di wilayah yang dari-jalan-jalan.

Kebijakan pemerintah juga mendorong penggunaan energi terbuka dengan regulasi yang mendukung. Contohnya, subsidi bagi pelayanan penerbangan charter untuk distribusi BBM di wilayah terpencil. Data dari Badan Penelitian Energi menunjukkan bahwa penawaran BBM Satu Harga di Kalimantan Utara telah meningkat 15% dibanding tahun sebelumnya, berkat peningkatan jangkauan armada khusus.

Pemikiran Akhir
Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa keandalan energi memerlukan kerja sama antarmuka yang kokoh. Setiap langkah, baik melalui pesawat khusus atau rencana alternatif, menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Semoga inciden seperti ini menjadi pengalaman belajar bagi para pengelola energi agar tetap siap menghadapi tantangan di masa depan. Ketersediaan energi bukan hanya isu teknis, tetapi juga tentang kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan