Pipa Gas dari Dumai ke Sei Mangkei, 541,8 Km, Target Rampung 2027

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badan Pemerintah Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegakkan pengembangan jaringan pipa gas bumi melalui pelaksanaan infrastruktur Pipa Transmisi Gas Dusem yang menghubungkan dumai hingga sei mangkei. Proyek ini dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan tujuan mengaturkan jaringan gas bumi di wilayah Sumatera Utara hingga Riau. Pemanfaatan infrastruktur ini dilaksanakan melalui peresmian pengiriman pertama di pabrik PT Krakatau Pipe Industries (KPI) di Cilegon, Banten, disampaikan oleh Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman.

Proyek ini mencerminkan strategi pemerintah untuk mempercepat pemodalan infrastruktur pipa gas bumi sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi. Laode menegaskan bahwa pengembangan pipa transmisi ini bertujuan memberikan akses energi yang lebih mudah bagi industri, lembaga komersial, serta masyarakat. Investasi untuk proyek ini mencapai Rp6,5 triliun dengan kapasitas desain sebesar 109,2 MMSCFD. Proyek dimulai sejak Desember 2025 dan direncanakan selesai pada Desember 2027 untuk mendukung industri dan penyediaan energi bersih.

Sebagai tanda persahabatan, Laode mengakui kontribusi tim yang terlibat, termasuk perusahaan Krakatau Steel dan Krakatau Pipe Industries. Tim operasional (KSO) 1 dan 2 juga dinyatakan terima kasih atas kolaborasi yang kokoh.

Progres Proyek Pipa Gas Dusem
Pipa transmisi Dusem memiliki panjang total sekitar 541,8 km, dibagi menjadi dua segmen. Segmen pertama (SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu, 279,8 km) dijalankan oleh PT Wijaya Karya dan PT Nindya Karya dengan biaya Rp3,6 triliun. Segmen kedua (Stasiun Labuhan Batu hingga Fasilitas Duri, 262 km) melibatkan berbagai kontraktor dengan biaya Rp2,8 triliun.

Hingga minggu ke-8, pelaksanaan proyek sudah lebih tinggi dari target. Progres fisik segmen 1 mencapai 12,447% dari target (7,638%), sedangkan segmen 2 mencapai 12,061% dari rencana (10,295%). Pipa yang digunakan adalah produk dalam negeri dengan komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) EPC sebesar 60,9% untuk segmen 1 dan 62,49% untuk segmen 2.

Distribusi material juga cepat. Pengiriman pipa batch 1 segmen 1 dimulai sejak 14 Februari 2026 melalui jalur laut, dengan total 1.900 batang. Sedangkan batch 1 segmen 2 akan dimulai melalui jalur darat menggunakan armada trailer lowbed pada 23 Februari 2026, sebesar 130 batang per hari.

PT Krakatau Pipe Industries juga memuji dukungan pemerintah. Rony Yanuardi, Direktur Komersial KPI, menyatakan kepercayaan pemerintah adalah hal berharga. Kerjasama yang baik dengan kontraktor menjadi kunci untuk menyelesaikan proyek dengan lancar.

Data Terkini dan Analisis
Pembangunan infrastruktur pipa gas bumi di Indonesia terus meningkat, dengan Dusem menjadi contoh proyek strategis. Data dari 2025 menunjukkan peningkatan produksi gas bumi di Sumatera sekitar 15% tahunan. Penggunaan pipa transmisi lokal juga mendukung kemandirian energi, mengurangi impor, serta mendorong ekonomi daerah melalui proyek konstruksi.

Peminjaman Energi Berkelanjutan
Pipa transmisi gas Dusem tidak hanya mengoptimalkan sumber energi bumi, tetapi juga menjadi model untuk daerah lain. Integrasi jaringan gas bumi dengan industri manufaktur dapat menurunkan biaya produksi. Misalnya, perusahaan kimia di Sumatera Barat telah menggunakan gas bumi sebagai bahan baku utama sejak 2024, meningkatkan efisiensi operasionalnya.

Penutup
Proyek Dusem adalah lanjutan usaha pemerintah untuk menjadikan gas bumi sebagai sumber energi utama di Indonesia. Dengan infrastruktur yang solid dan kolaborasi yang maksimal, proyek ini memiliki potensi membangun industri energi lokal yang kuat. Semua pihak harus terus menyorokkan dukungan untuk menjalankan proyek ini secara optimal, sehingga Indonesia bisa menjadi contoh dalam pemanfaatan energi bumi yang berkelanjutan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan