Kemlu Palestina: Israel Mamukkan Tepi Barat, Palestina Tak Dijual!

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Luar Negeri Palestina menolak plangannya untuk memperluas wilayah di Tepi Barat. Pemuda Palestina tetap ingin menjaga teritory mereka tanpa mengeserkan hak rakyat asli. Kementerian itu menyatakan bahwa rakyat Palestine harus tetap berada di tanah keturunannya, sementara penjajah-pemukim rasis harus menghadapi konsekuensi.

Sebagai respon terhadap pernyataan idealis Israel, Kemlu Palestina mengungkapkan pernyataannya melalui Al-Jazeera pada Jumat (20/2/2026). Pihak tersebut menekankan bahwa Israel tidak memiliki hak untuk mencaplok wilayah yang dulu menjadi tanah Palestina. “Rakyat Palestine adalah bagian dari sejarah yang tidak boleh dirayakan,” tulis kementerian tersebut di media sosial.

Pihak Palestine juga memperingatkan bahwa tindakan Israel melanggar hukum internasional. Mereka menganggap bahwa negara tersebut terus mencoba menghapus kenyataan sejarah Palestina. “Palestina tidak untuk dijual, dan Israel tidak akan berhasil,” tegas kementerian dalam pesan resmi.

Pernyataan ini muncul setelah pidato kontroversial dari Gideon Saar, diplomat utama Israel. Saar memuji rencana ekspansif Israel di Tepi Barat dan menyatakan bahwa bangsa lain tidak memiliki klaim historis yang lebih kuat. Ia juga mencerminkan strategi Israel untuk memperkuat klaim terhadap tanah Alkitab.

Pihak Palestine menegaskan bahwa dunia harus menolak langkah yang memecahkan keadilan. Mereka meminta komunitas global untuk mendukung hak rakyat Palestina. “Rakyat Palestine tidak boleh diabaikan atau dihapus oleh pemerintah yang bertanya-pertanya,” tegas kementerian.

Pemuda dunia harus tetap beradaptasi terhadap realitas politik yang kompleks, dengan mempertimbangkan hak dan keadilan bagi semua bangsa, serta menolak langkah yang melanggar kesejahteraan kolektif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan