HNW Dorong RI Tegaskan Dukungan Palestina Sepenuh di Rapat BoP

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengucapkan terima kasih atas penegasan Menteri Luar Negeri Sugiono yang tetap mendukung kemerdekaan Palestina. Tahuannya menjadi penegasan penting sebelum Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian di Amerika Serikat. HNW berharap Indonesia, bersama negara sahabatnya, bisa menjadi ramah dalam pengadilan di BOP untuk minta berhenti perang, pendanaan humanitasi, serta langkah menuju kemerdekaan Palestine.

Pertemuan Sugiono dan Riyad Mansour, Wakil Tetap Palestina, dianggap krusial di tengah agendanya. HNW menilai Indonesia harus memajukan permintaan penghentian genosida Israel, mengakses bantuan tanpa ketentuan, serta mendorong kemerdekaan Palestine. “Di waktu Presiden Prabowo yang akan menghadiri KTT BOP, agendanya harus fokus pada pengadilan bagi Palestina. Hal ini bisa menjadi prioritas utama yang Indonesia sekaligus negara sahabat mempromosikan bersama di BOP,” ujarnya.

HNW juga mengkritik komposisi BOP yang tidak sehat, terutama ketika Israel bisa masuk sementara Palestine tidak memiliki perwakilan. Ia menekankan bahwa Indonesia bersama negara-nekara Islam (OKI) harus memaksimalkan peran sebagai “wakil” Palestina untuk mendorong aspiirasi mereka. “Bila kondisi tidak adil tetap sama, OKI dan RI harus jadi pelapang untuk memajukan permintaan Palestina di BOP,” katanya.

Sekitar 80 negara anggota PBB, inclusi OKI, menolak pembelahan lahan Palestina di Tepi Barat. HNW mengkritik Israel yang memasukkan wilayah tersebut sebagai milik negara Israel, yang dinilai tidak adil. Ia menyoroti bahwa diplomasi RI harus diikuti oleh aksi nyata di BOP bersama OKI. Tujuan utama adalah penghentian perang, bantuan humanitasi, serta kemerdekaan Palestine. “Bila BOP tidak memberikan solusi damai, maka RI mungkin perlu mempertimbangkan keluar dari BOP,” ujarnya.

Data Riset Terbaru
Penting untuk diingat bahwa peristiwa di Gaza masih memanas, sementara dinamika di Tepi Barat mengakibatkan reaksi negatif dari banyak negara. Analisis terbaru menunjukkan bahwa dukungan internasional terhadap Palestina semakin polar, dengan 153 negara yang mengakui keadilan proses kemerdekaan.

Studi Kasus
Contohnya, negara seperti Spanyol dan Jepang telah meningkatkan bantuan langsung ke Gaza, sementara beberapa negara Asia mengikuti kebijakan dukungan politik Israel. Ini menunjukkan variasi pendapat di antara negara yang memiliki hubungan berbeda dengan Palestina.

Indonesia dapat menarik pelanggan dari negara yang tidak sangat terlibat dengan isu ini melalui pendekatan diplomasi yang unik. Misalnya, menyoroti dampak konflik pada stabilitas pasar global atau ekonomi yang terhubung dengan region Tepi Barat.

Akhir
Indonesia memiliki kesempatan unik untuk menjadi pembongkar perdamaian di BOP. Bukan hanya melalui kata-kata, tetapi dengan tindakan konkret yang melibatkan OKI dan pengadilan nyata. Semakin lama, semakin krusial bagi RI untuk menjaga posisinya sebagai pemimpin politik yang tidak takut mengkritik ketidakadilan, meski menghadapi tekanan internasional. Sisanya, keberhasilan dalam menyelamatkan Palestina bukan hanya tentang politik, tapi tentang moralitas dunia.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan