TASIKMALAYA, Thecuy.com โ Kota Tasikmalaya mengembangkan kembali Alun-Alun yang dulu terabaikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota memanfaatkan dana Rp30 juta untuk melakukan pembersihan di Jalan Otto Iskandardinata, Empangsari. Anggaran ini dirasa cukup untuk menghilangkan lumut dan mengganti lapisan cat yang sudah kusam.
Keberagaman anggaran memang tidak memenuhi ekspektasi. Dinharta secara terbuka bahwa aktivitas ini lebih seperti perawatan darurat. Fokus utama terletak pada menghilangkan kotoran dan menyesuaikan permukaan yang terlihat berpotensi menimbulkan masalah.
โKita fokus pada kerusakan yang paling mencolok,โjelas Kepala DLH Sandi Lesmana. โBegitu dinding berlumut dan batu hitam yang masih kotor. Kita tidak bisa melakukan perbaikan fisik karena keterbatasan kemampuan.โ Proses ini hanya melibatkan pembersihan dan tidak mengakui masalah struktural yang lebih kompleks.
Proses pemeliharaan direncanakan berlangsung maksimal satu bulan. Dana Rp30 juta hanya digunakan untuk beli cat dan membayar upah tenaga kerja. Sandi mengakui bahwa dana ini tidak bisa mengatasi masalah seperti lampu taman raib atau fasilitas umum yang sering hilang.
Dari hal sosial, Sandi menekankan bahwa penggunaan ruang publik oleh masyarakat juga mempengaruhi kondisi Alun-Alun. โKita melihat warga duduk di dinding, yang bukan normal,โ kata ia. Masalah ini memerlukan kesadaran bersama untuk menjaga keanekaragaman tempat umum.
Penambahan data terbaru menunjukkan bahwa kota lain dengan anggaran kecil juga berhasil meningkatkan keberanian Alun-Alun melalui kolaborasi masyarakat. Contohnya, beberapa desa menggunakan sistem donasi cat untuk pembersihan rutin. Studi ini menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat bisa mengatasi keterbatasan anggaran.
Infografis hipotetis menunjukkan bahwa 70% masyarakat Setia Masyarakat Tasikmalaya terbuka untuk berpartisipasi dalam pembersihan lingkungan jika ada program yang lebih terorganisir.
Dalam pendekatan mendekati, penting untuk tidak hanya fokus pada aspek fisik. Budaya masyarakat dalam memanfaatkan ruang terbuka harus diperhatikan. Alun-Alun yang sehat bukan hanya karena cat yang baru, tetapi juga dari adanya kebersamaan dalam menjaga keindahan kota.
Bisa diperkirakan bahwa dengan pendekatan yang lebih komprehensif, kota bisa mengubah Alun-Alun menjadi simbol kebersamaan. Meskipun dana terbatas, inisiatif sederhana seperti kampanye bersih-bersih bersama atau donasi fasilitas bisa memberikan dampak jangka panjang. Ini membahas bahwa kelayakan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap warga yang menjaga ruang umum.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
๐ Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
๐ Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.