Polemik biaya sewa mobil desa, masyarakat mengaduk dengan KDM, Kades Hegarmanah di Ciamis menegaskan tidak ada tarif

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Parafrase Artikel:

Video yang viral di TikTok @missalma89 mengungkap masalah akses ke layanan kesehatan di desa Hegarmanah, Ciamis. Rekaman tersebut mencerminkan dua warga tua yang berbelanja dengan sepeda motor karena biaya Mobil Desa di kisaran Rp350.000 hingga Rp400.000, yang dianggap mahal. Pembuat konten mengkritik bahwa pengamalan transportasi ini mengarah pada kondisi sakit yang tidak sebaiknya, seperti yang dilihat ketika tiga orang lalang berboncengan saat menuju rumah sakit.

Demi itu, pembuat video meminta intervensi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menekankan bahwa petikannya bukan tiba-tiba, tetapi hasil dari kesadaran terhadap ketidaknyamanan warga yang terpapar ketentuan transportasi yang tidak optimal. Pengumuman ini disampaikan dengan nada penuh harapan agar pemerintah memperbaiki kelemahan dalam sistem BBM (Bantuan BBM) dan honor sopir.

Dedi Mulyadi mengakui masalah tersebut melalui media sosial. Ia mengakui ketidaknyamanan warga dan menjelaskan bahwa pembatasan layanan terletak pada dua hal utama: kualitas sopir yang belum memadai dan ketersediaan BBM yang tidak memenuhi kebutuhan. Untuk memecahkan masalah, pemerintah disiapkan skema villikasi uang Rp1.000.000 untuk mendukung BBM ambulans dan biaya honor sopir. Langkah ini, kata Dedi, bertujuan mengantisipasi risiko kekurangan layanan di masa mendatang.

Menurut Kepala desa Hegarmanah Muhammad Nur Ali, peristiwa ini terjadi karena kesalahpahaman. Pemerintah desa telah berusaha menyebarkan informasi melalui pengajian dan pameran, termasuk regulasi peraturan yang jelas tentang penggunaan Mobil Siaga. Namun, video viral mengubah narasi, sehingga masyarakat mulai mempertanyakan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Poin Unik:
Studi kasus ini mengkaji kekhawatiran masyarakat terhadap kesenjangan akses ke kesehatan di daerah terpencil. Data recent menunjukkan bahwa biaya transportasi medis di desa seringkali menjadi penghalang utama, terutama untuk kelompok usia tua atau pendapatan rendah. Solusi alternatif seperti mobilisasi komunitas atau sistem transportasi komunitas bisa menjadi referensi untuk daerah lain yang menghadapi masalah serupa.

Penutup:
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keberadaan layanan kesehatan bukan hanya tentang fasilitas fisik, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk mengaksesnya. Waktu ini, pemerintah dan masyarakat harus berkolaborasi untuk│membangun sistem yang lebih inklusif, sehingga kebutuhan segenap warga dapat dipenuhi tanpa menghadapi kesulitan berlebihan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan